Wednesday, September 24, 2008

tentang rasa

Siang ini.....
aku mencoba untuk menuliskan
arti kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kucoba menelusuri semua rasa yang ada di dasar hati,
memaknai semua bahagia yang kurasa saat-saat berjalan bersamamu,
merencanakan setiap langkah untuk kehidupan kita berdua nantinya.
Aku menyayangimu.
Itu rasa pertama yang dapat kutuliskan disini.
Seberapa besar aku menyayangimu ?
jujur aku tak mampu menuliskannya
namun kuingin kau hanya merasakannya.

Aku membutuhkanmu, ini rasa kedua.
Aku tak mengerti tentang semua waktu yang sudah berlalu
namun lihatlah aku saat kita sudah berjalan bersama:
“Tidakkah aku menjadi orang yang lebih baik saat ada di sisimu ?”

Mungkin untuk sementara
hanya dua rasa ini yang terasa
dan bisa kutuliskan untuk kau baca
tapi InsyaAllah dua rasa ini adalah segala-galanya.



remember sweet " RADEN "

pada tatap matamu
pada senyum manismu
pada manjamu
pada kesederhana`anmu

sebuah jiwa menyerah
gundah...........
kangen...........
masih ingat menjemput senja di cafe "RADEN" ?

Tuesday, September 23, 2008

SAAT KAMU BILANG KANGEN

Sebuah SMS kuterima dan terbaca :
-- Muuf pakkalo aku kangen sampeyan.

SMS kedua kuterima dan terbaca :
--Sungguh pak, aku gak bohong
aku benar2 kangen sampeyan

Dan akupun membalasnya :
-- Kenapa bisa sama yach ?
akupun kangen sama kamu kok...!

Ternyata kita berdua masih menyimpan kangen itu....!

Terimakasih sayang...
untuk rasa kangenmu
yang masih tersimpan rapi
di hatimu

Aku senang
Aku bahagia

Ternyata kita berdua masih menyimpan kangen itu....!

buat : seseorang di sana




Monday, September 22, 2008

D A U N (catatan seorang sahabat wanita)

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa ?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan
pohon yang selama ini
ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan
sebagai pacar tapi "Sahabat" .
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama
kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah
aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan
menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya
bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan
yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis
lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga
menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya
dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan
kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang
bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar
seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU
tahu kesukaannya...kebiasaannya...
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa
diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk
mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya...memberinya
perhatian...menemani...dan mencintainya...
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan
mencintaiku...
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap
malam...mengharapkan mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan
waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya...
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau
menyerah...Kadang AKU
berpikir untuk tetap menunggu...
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku...setiap
hari dia mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali
ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang
kecil di hatiku untuknya ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba
meniup daun untuk terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan
Angin ini ruang yang kecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh
jauh dan ketempat yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya
tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON
tidak memintanya
untuk tinggal?"

Saturday, September 13, 2008

Bagi duNIa Kau haNya seseoRAng, Tp Bagi seSeoraNg kau adaLah DuniaNya

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ?Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

thanx to " COMEL "