Tuesday, December 19, 2006
F0R mY LaDY " Kerikil Sesal "
sakitkah dirimu, gadis cantikku?
Hanya ego yang tersalur dalam pipa2 jiwa milikku ini
Aku hanyalah perusak! tak pantas ku bersanding dekatmu
Lupakan, hilangkan bayang ini dari hatimu
Aku mungkin bunuh diri bila kau baca puisi ini
Bukan karena hati ini mencintamu
Tapi karena ego ini ingin menelanmu
Tak bisa dibiarkan tulus hatimu kuperkosa dan kucabik
Hanya dirimu yang baik dalam diriku
Hanya satu yang menjadi kelemahanmu
Mumpung masih tersisa jejak manusia dalam jiwa ini
Akan kubunuh pemerkosa biadab yang menjadi kelemahanmu ini
Gadis indahku, lupakan aku, buanglah aku
Tak pantas kaubasahi pipimu untuk setan seperti aku
Jangan kau korbankan dirimu hanya untuk memiliki aku
Aku hanya nafsu, tidak pernah jiwa ini sayang padamu
Friday, December 01, 2006
Pernikahan dan Pelacuran
Pernikahan tsb membuktikan kebenaran sinyalemen saya beberapa waktu lalu, bahwa wanita, sekaya apa pun dia, akan tetap memilih lelaki yang lebih kaya darinya sebagai suami. Dalam kasus ini, kurang apa lagi “mbak” Siti, dari segi materi? Kenapa dia lebih suka memilih lelaki, yang konon, sebetulnya adalah suami orang?
Seperti banyak dirumorkan media Malaysia dan media jirannya, bahwa CT (Siti) lebih suka nemplok di pelukan suami orang, daripada di pelukan lelaki yang masih membujang. Karena kehadiran Siti di hati sang Datuk lah, maka istri Datuk memilih cerai daripada dimadu.
Kalau cuma suka pada lelaki beristri, kenapa sih, bukan memilih saya atau anda saja? Ah, tentu saja kehadiran saya tidak akan ada artinya bagi berlangsungnya jaminan sosial sang diva. Financial security, itulah alasan kebanyakan wanita menikah. Sedangkan lelaki lebih suka menikah karena bakat bawaan instink primitifnya yaitu, tertarik "barang" bagus.
Lelaki berduit mana yang tak menginginkan wanita yang mirip boneka barbie itu? Jangankan lelaki berduit, lelaki yang tak berduit pun pasti berkhayal, malu-malu atau tidak malu-malu, untuk menikah dengan penyanyi bersuara emas itu. Apalagi karakternya yang anggun dalam penampilan, sopan dalam bertutur kata, dan tidak suka pamer aurat itu, pasti menambah hasrat setiap pria untuk mendapatkan sorga dunia.
Walaupun saya tidak suka mendengar musik, tapi sepintas saya dapat menilai bahwa si Siti Nurjazila ini mempunyai bakat besar dalam menyanyi (betul apa tak betul?). Dan yang saya kagumi juga, dia tak pernah berpakaian ala barat di setiap kali penampilannya. Dia tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan menggunakan pakaian yang seksi, minim atau ketat.
Berbeda jauh dengan para penyanyi wanita kita, yang lebih suka memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya dengan berpakaian ketat atau minim, dalam rangka mendongkrak pendapatan belanja rumah tangga. Malah bukan rahasia lagi kalau para penyanyi wanita yang sudah beristri pun, rela meninggalkan suami dan anaknya berhari-hari karena dibooking "manggung" oleh organisasi ini, organisasi itu.
Di sini terlihat dengan jelas, bahwa berdasarkan salah satu fenomena tsb, sebetulnya batas antara penyanyi wanita (artis) dan pelacur sangatlah tipis. Boleh dibilang tak ada batasnya, sebab keduanya sama-sama menjajakan sex appeal yang mereka miliki, baik melalui suara atau tubuh mereka.
Dengan sex appeal (daya tarik seksual) yang menjadi andalan mereka berbisnis inilah, yang kemudian mendasari mereka untuk memasang harga, baik ketika show yang sebenarnya, atau show yang pakai tanda kutip, "show". Lebih jauh lagi, dalam segala aspek, harga tinggi tersebut kemudian berdampak pada tingginya gengsi, sehingga segala sesuatunya, disebut pantas atau tidak pantas, dengan nominal uang.
Contohnya dalam perkawinan yang dialami banyak kaum selebritis, tak ada satu pun yang rela menikah dengan orang miskin, atau katakanlah, dengan orang yang standar ekonomi menengah. Dan penyakit masyarakat tersebut ternyata juga bukan menjangkiti para selebritis yang sering nongol di TV, orang-orang kampung yang tidak pernah masuk berita pun, mematok harga tinggi bagi anak gadisnya. Apalagi kalau sang anak bertampang cantik atau mirip-mirip artis, maka harga jualnya pun tentu lebih tinggi lagi.
Anda boleh saja protes, tapi hal ini benar adanya. Banyak orangtua yang bertingkah seperti germo atau bromocorah yang memasang tarif tinggi bagi siapa yang hendak meminang anak gadisnya. Terkadang sang anak gadis pun merasa dirinya cantik dan memang merasa pantas dihargai dengan harga tinggi.
Jadilah di sini batas pelacuran dan pernikahan jadi kabur. Dalam kedua event tsb, sang lelaki sebagai konsumen, sama-sama harus mempunyai budjet yang banyak untuk mendapatkan seorang wanita. (Berdasarkan kenyataan ini, barangkali nanti, para “ulama” jaringan islamliberal akan mengeluarkan fatwa bahwa melacur itu halal karena, sama-sama mengeluarkan uang, seperti laiknya pernikahan).
Kalau jiwa pelacur dan germo sudah menguasai, maka segalanya harus serba wah, termasuk memilih calon suami, seperti yang menimpa Siti Nurhalija. Sopan santun dalam bertutur kata, elok dalam berpakaian, hanyalah kamuflase untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dari lelaki hidung belang. Pengetahuan agamanya hanya dijadikan umpan untuk menjaring konsumen yang lebih banyak.
Menyinggung tipisnya batas pernikahan dan pelacuran, berarti menyinggung sebuah kosa kata lain, yaitu kebaikan yang diwakili polisi,lawan kejahatan yang diwakili penjahat. Batas antara kebaikan dan kejahatan hanyalah sebuah benang yang transparan.
Seorang polisi dan seorang penjahat sama saja statusnya, sama-sama merugikan masyarakat. Penjahat merugikan orang lain tanpa menggunakan institusi resmi, sedangkan polisi, pejabat pemerintah, anggota DPR/DPRD, hakekatnya adalah penjahat juga, sebab mereka suka memakan uang rakyat dengan menjual hukum.
Bahkan ketika seorang terpidana harus masuk penjara untuk bertobat, segala infra strukturnya tidak mendukung sama sekali untuk bertobat. Seorang terpidana, yang seharusnya segala nafsu kriminalnya dibelenggu oleh aparat, masih bisa melakukan segala bentuk criminal, baik sebagai bandar narkoba, atau yang kecil-kecilan, jualan rokok.
Lebih edan lagi, dosa dan kejahatan itu juga menjadi kewajiban bagi penjaga penjara, karena mereka mewajibkan para pengunjung membayar sekian rupiah untuk sekali bezuk. Jadi sebetulnya semua mata rantai dalam penjara itu, baik polisi, hakim, yang terpidana, sipirnya, ketua lapasnya, dan pengunjungnya sama-sama tukang criminal.
Jadi seseorang masuk penjara bukanlah sebuah jaminan akan terbebas dari menebus sebuah dosa, sebab dosa yang lain sedang menanti.
Well, bagaimana pun juga kehidupan terus berjalan. Pelacuran dan perkawinan tak akan pupus dari dunia, selama para wanita cantik dan tidak cantik masih merasa sebagai barang yang mahal. Polisi, pejabat, anggota dewan dan penjahat tetap saja masih satu derajat, selama mereka tidak menyadari betapa berharganya secuil nasi tetangga yang tercecer di atas meja.
Kembali ke soal perkawinan Siti Nurhaliza vs |Datuk K. Sebagai seorang muslim yang baik, mustinya Datuk K tidak hanya sekedar melegitimasi perkawinan untuk melampiaskan nafsunya. Sebagai anggota dari umatan wasatan, mustinya Datuk K, dan juga kita, dalam hal perkawinan mempunyai sebuah misi, baik itu misi sosial, ekonomi maupun pendidikan.
Bukan hanya sharing, maaf, alat kelamin, dengan bayaran yang mahal, tapi juga musti sharing harta-benda dan intelektual. Dengan kata lain, mustinya seorang yang kaya menikah dengan seorang yang miskin. Orang pandai menikah dengan orang yang kurang pandai. Seorang ahli agama mustinya kawin dengan seorang yang buta agama. Dengan demikian terjadi sharing ekonomi, sosial dan intelektual.
Kalau seorang kaya kawin dengan orang kaya, orang miskin musti kawin dengan orang miskin, ustadz kawin dengan ustadzah, menurut saya mereka bukan termasuk orang-orang yang beruntung, dan tidak mengerti makna visi dan misi beragama.
Dalam hal ini saya salut dengan orang-orang Singapura yang mau menikahi para janda miskin dari bangsa Indonesia. Padahal para janda itu rata-rata bertampang jauh memprihatinkan dari Siti Nurhaliza (dan tak bisa menyanyi). Dan dari segi ekonominya pun tergolong pas-pasan, karena mereka kebanyakan tadinya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, baby sitter, tukang masak, dll.
Kalau seorang Siti Nurhaliza dan yang senasib dengannya masih juga mencari lelaki yang lebih kaya, menurut saya, mereka tak ada beda dengan pelacur. Walau mereka nampak terhormat, tapi mental mereka mental pelacur. Begitu juga Datuk Khalid, walaupun kedudukannya terpuji di mata Malaysia, tapi mentalnya tetap mental hidung belang.
------------------------------------------------------------------------------------
Sebagai penutup :
saya juga mengalami Hal serupa dan telah ku buktikan sendiri bersama seseorang yg entah berantah di mana dia berada !!
jadi ..yaa beginilah hidup ! kata orang masih ada kesempatan ke dua , dan saya menunggu jandanya sajalah ...!!! he he he he
Monday, November 27, 2006
Kenangan Bersama Emak
Aku masih ingat ketika pertama kali belajar sepeda. Sepeda baru dibeli dan masih mengkilap. Aku menaikinya dan menginjakkan kakiku kepedal, sementara tangan Emak memegang setang.
"Jangan dilepas, Emak !" Aku memohon, karena aku begitu takut.
"Emak akan selalu disampingmu nak, dan Emak tidak akan membiarkanmu jatuh..."
Aku memandang hari-hari kedepan dan selalu teringat akan Emak, ketika Emak mengajarkan keseimbangan kepadaku, saat Emak berlari disampingku,
saat Emak memegangi setang agar aku tidak jatuh, dan pada akhirnya Emak melepaskannya, sehingga aku sendiri mengayuh dan mengayuh.... ......... .....
Kini Emak sudah termakan usia, tapi aku masih ingat sentuhan dan dekapan tangan Emak yg lembut.
Dan juga aku masih sering teringat sepotong kata yang Emak sisipkan kedalam jiwaku yang isinya : "Jikalau engkau sampai jatuh dari sepeda, ingatlah, nak, engkaulah yang lebih Emak cintai, bukan sepeda ini."
Itulah pesan Emak , aku selalu mengingat dan mengenangnya.
==================================================
Love You Emak
Saturday, November 25, 2006
Jakarta 2005
Dimana kau simpan
Perjanjian kita Yang tak Kekal ..?
Aku merana
Dari derita kucari jalan
`Tuk temui satu kata kunci
Yang pertemukan kita
Dibatas cinta Dan benci
Kau rupanya angkuh dalam tahta
Di ujung jalan yang tak kukenal
Yang tak dapat kurengkuh Asa
Hingga tertiup sangkakala
Jalan kita jauh menanjak
Meminang air di sangkar mata
yang di jaga kilau kalbu
pada jalam jiwa sayu
sedang taman cinta yang selalu berbunga
bermekaran mawar tanpa keharuman
dan isak getir penyesalan burung² sesat
Kini terperangkap dalam bingkai Kiamat
lalu ......
apa guna menangkar hujan dalam birahi kesuburan....?
Bahkan perjalanan menemu bulan
t`lah menyibak kerumunan bintang
Dengan kerlip jiwa dan air mata
yang berabad² menemu mimpi
Dalam khayalan musim demi musim
Tapi jalan kita.......
Yang deras oleh kesetiaan rumput
Yang beralaskan kerikil duri kegetiran ...
Jauh menanjak tak temu puncak ...
Hanya mengabulkan duka
Dan menggores luka kian menganga
Dan riak perih lagu air
Dalam parit darahku mengalir
Sebagaimana tangis pada awal pecah
Aku mendesah Dalam gelisah ....
membuatku resah dalam tentukan arah....
Menuju punah ASA dalam tanah ...
Entahlaah.....
Like Rest In Peace
Kudapati kematian
Tiap kugali rahasiamu
Serupa mendung
di wajah dan hatimu
Aku hanya merasakan
Aroma peluh dan Sedihmu
lalu mata,
bibir yang membeku
Bagai kanal dingin:
sesunyi pelataran ini
membuatku resah dan gundah
Kugotong waktu
mencapai pendakian
dan membongkarnya di kanal ini
tapi sudah beberapa jauh dan lama
aku mengembara
beribu lubang kugali
mencari temu rahasiamu
VINILITA..
Engkau , wanita , rahasiamu
yang sulit di selami
seperti kematian
yang kurasakan setiap petang
di saat sendirian ...
Thursday, November 23, 2006
Ketika Cinta Ingin Kudapatkan
Sejak 2 Minggu Yang Lalu…..
Tapi Kesempatan Tuk Mengenalmu…
Baru Hadir Kemarin….
Tak Kusangka Begitu Cepat Hatiku Bicara….
Malam Ini, Ku Ungkapkan Perasaanku…
Ku Pinta Dirimu Jadi Kekasihku…
Dan Entah Engkau Menerimaku…..
Aku Masih Serasa Bermimpi….
Tapi Kuyakin Ini Nyata….
Dan Aku Tidak Sedang Bermimpi Lagi…..
2 Minggu Sudah Kulewati Bersamamu….
Aku Merasa Jadi Manusia Yang Lebih Baik…
Walau Masih Banyak Yang Harus Dibenahi Dariku….
Aku Yakin,Aku Mampu Bisa….
Bila Dirimu Disisiku….
My Love,
Gadis berwajah Vietnam Telah Mampu Buat Aku Jadi Lebih Baik…
Yang Mampu Meredakan Emosi Dan Kesedihanku..
Hanya Denga tulisan² keyboard dan suara lirih teleponnya...
Aku Masih S’lalu Berharap Tidak Kan Berakhir Begitu Cepat…
Aku Slalu Panjatkan Doa Dalam Setiap Sujudku
Agar Semua ini Berakhir disuatu Ikatan Yang Suci…
Dengan Restu Kedua Orang Tua Kami Kelak…..
Tuhan Tolong Aku…..
Jagakan Hatiku,Hatinya.....
Bantu Aku Menjaganya Dengan RidhoMu……
YA ALLAH……...
Gadis Vietnam ku ...
manikahlah Denganku ......
-----------------------------------------------------------------------------------
Sunday, November 19, 2006
Kenapa Harus Seperti Ini ??
Mengapa kamu datang setiap saat?
Dan kamu tahu?
Kita tak pernah bertemu...!
Ach.....lagi-lagi dia
Mengapa kamu datang lagi?
Dan kamu tahu?
kamu Tlah Memperkosa Hatiku ...!
Ach.....lagi-lagi gundah
Mengapa kamu selalu dihatiku?
Dan kamu tahu?
Betapa kuingin memilikimu...!
Perasaan ini,
datang begitu saja
padahal bayangmu
telah kubunuh....!
apakah Mungkin Aku Bisa Memilikimu ???
Saturday, November 18, 2006
Untukmu PuPutKu
Aku rindu padamu pada saat ku teduduk kesepian.....
Aku rindu kan senyum dan tawamu yang selalu menghiasi duniaku...
Aku rindu kan suaramu yang membawa damai hati duniaku....
Aku rindu kan celotehmu yang membuat riang duniaku
Tetapi aku paling merindukanmu saat kusedang bahagia......
Cinta Maya
jangan heran, karena aku beranjak hendak meninggalkanmu.
hadapi kenyataan ini, cinta di dunia maya tak kan terujud.
karena kita masih di lalui jarak dan waktu
bahagia kita cuma hanya ada di line telfon
selebihnya singgungan senyummu slalu menyertaiku kemana aku pergi
biar aku mengalah, karena tak yakin sentuhan sayang tak kaurasakan
kasih yang kau harap, tak akan bisa kuungkap walau semua kata kita sepakati di cyber sana
nikmatilah hari-harimu di dunia nyata ini
dan cepatlah lupakan bayangan dan semua cerita indah kita dulu.
sesaat lagi, aku kembali menjadi seorang pengembara alam maya
yang tak kenal akan kasih dan sayang
menjauhi mu, di teluk kerinduan sana, dengan hati berharap akan ada
suatu keajaiban
ijinkanlah?
lepaskanlah?
Cerita cinta yang indah, lebih terasa di alam nyata
Nikmati apa yang kita rasa,walaupun itu sebuah fatamorgana
Semua kata indah yang pernah kita ukir
Hanyalah simpanan kata di file yang terakhir
Biarkanlah aku mendahului, lepas dari bayangmu
Biarlah keyboard dan line telfon, bukti bahwa kita pernah bersama
Setidaknya di alam maya ini?.
............
............
Transfer error......
Disconnect..........
kata bercinta
bait-bait kekal tenggelam sudah.
kata yang terlahir sungsang
dari rahim kebencian
dan benih sperma kedustaan.
kau, menghilang di baris terakhir
sebelum koma dan titik bercinta syahdu.
maka tertinggalah serumpun irama,
meraba kesumbangan nafas jiwa.
tinggalah dahulu, kawan.
selesaikan tiap paragraf kotor ini,
atau paling tidak hingga bait paling ramping.
dan kau pun akan menyentuh dasar malam
selaksa dialog senyap tanpa riuh jangkrik.
namun, lembayung biru tak jua menampak wajah.
hujan atau gemuruh ombak menutup semua,
dan ceceran pena tercerai
mengusik pasir lembut dan kubangan bait tersisa..
Thursday, September 21, 2006
It's a talk to mYselF..
the after dusk of the summer
how i have no destination to go
the fervently red sunshine
how can it be failed to make me warm?
after u've gone, only coldness winter that left
The grayish livid sky, i cant see the rainbow
Rain is falling too heavily
how can it be striking right to my heart?
Eventually making me drowned
that i cant run away from this pain
I hide in the tenderness that u gave
Laying there, no more tenderness i can find
i just can wait
Deeply engraved tenderness in the heart
So deep be engraved but it cant find eternity
Having accompanied by the broken heart, i cried till my voice's gone
i just can calmly wait..
The colourful weekend
The dark colour is just mine
the crowded street, having me left behind in the corner
Thinking bout ur smile
The small world that i used to long for
Bringing me happiness, Only because i have you
Who still can replace you
the me that have lost a drop of his beautiful dream
No more can hear u saying love to me
Without your love...
Wednesday, September 20, 2006
Hadiah untuk seorang teman
Mungkin juga cuma gabungan huruf tidak jelas yang tertera dan terbaca disini...
Namun, saat ku merangkaikan kata, dalam hati ku berdoa, agar segala yang terbaik akan dapat kau raih...
Diiring ucapan selamat ulang tahun dan semoga panjang umur yang tulus, serta doa yang tak akan pernah putus karena kamu adalah TEMAN terbaik yang pernah dimiliki oleh seorang teman.
Bersyukurlah dengan segala yang pernah dan akan hadir dalam hidupmu, jangan pernah berhenti berharap akan apapun yang kau inginkan dalam hidup. Karena semuanya akan dirangkaikan satu persatu pada waktunya, sesuai dengan rencana besarNya.
Terimakasih karena sudah hadir dalam hidupku yang hanya numpang lewat di Bumi ini. Hari ini aku bersyukur karena kau dilahirkan dan menjadi bagian TERBAIK dalam persahabatan yang terjalin dan mungkin atau semoga tetap akan terjalin sampai nanti, sampai waktunya menutup mata.
Kisah Alergi Hidup
hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya
kacau.
Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".
Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit".
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan
kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati".
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu
sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi terhadap
kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan
norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini
mengalir
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di
tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita
mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama
kehidupan
membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam
berumah-tangga,
pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu
langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari
sifat
kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita
gagal,
kecewa dan menderita".
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin
sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.
"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak
ingin
hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya
Guru.
"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.
"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat
ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh
sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau
akan mati dengan tenang".
Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia
datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru
yang
satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan
racun.
Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan
senang hati.
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang
disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang
tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !
Tinggal
satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala
macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran
Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun
terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan
manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis.
Sebelum
tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu".
Sekali
lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis.
Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke
luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk
melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia
menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk
dapur
dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk
istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang,
apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku
sayang".
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap
mereka
pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu
adalah
siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala
sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran,
bahkan
menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup
menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di
beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman
kepadanya
sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini
aku
selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah,
maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku
kami".
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup
menjadi
sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi
bagaimana
dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru
langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja
botol
itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam
kekinian,
apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan
saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu,
keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan
mengalirlah
bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau
akan
merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan.
Itulah
jalan menuju ketenangan".
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang
ke
rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih
mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah
sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !
------------------------------------------------------------------------
Di embat dari Millis Sebelah
Sunday, September 17, 2006
mono-log
matanya tak pernah berkaca-kaca.
ada juga perempuan setengah baya,
menggendong anak di balik lukanya.
sementara para pemain sirkus,
melompat-lompat di atas tawa bahak para pemuja.
jika memang semua hanyut kembali,
menerobos tiap pilar ingatan,
dan petualangan hampa.
mungkin setiap jengkal rasa ini
akan mengabur di tikam udara malam.
lelaki menjadi tua,
perempuan setengah baya akan menjadi penuh baya,
hey... lepaslah segalamu
biarkan mengembang ke tiap penjuru
menjelaskan apa yang sempat tercipta.
hey... simpanlah sisamu
mungkin akan menjadi emas
saat pagi menjemputmu kembali.
Saturday, September 16, 2006
Arti Kehidupan..
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini...
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi.. ?
jika benar, apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadari
hanya Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
Friday, September 15, 2006
Luka . . .
untuk menebarkan harumnya ketika kamu lewat
berbisik pada rumpun hijau di padang bambu,
berdentinglah, rangkaikan lagu cinta untukmu
Aku akan menghempaskan semua debu disepanjang jalan,
agar kereta itu lewat tak berhalang
dan akan kusiapkan malam,
laluilah dengan sempurna
Luka,......
jangan berdarah lagi.
Berbahagialah untuknya
Sebab aku telah melepaskan cinta
biarkan dia bersemi ditempat yang seharusnya
mungkin dia akan lebih indah
tanpa aku disampingnya...
KisaH nYaTa

Apakah Tuhan menciptakan
segala yang
ada?
Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan
menciptakan kejahatan?
Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal
menantang mahasiswa-mahasiswanya
dengan
pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan
segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani
menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan
semuanya?"
Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak,
semuanya"
kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan
menciptakan
segalanya, berarti Tuhan menciptakan
Kejahatan.
Karena kejahatan itu ada, dan menurut
prinsip kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa
kita, jadi
kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah
kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa
menjawab
hipotesis professor tersebut. Profesor itu
merasa
menang dan menyombongkan diri bahwa
sekali
lagi dia telah membuktikan kalau
Agama (maaf) itu
adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan
berkata, "Profesor, boleh saya bertanya
sesuatu?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor,
apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja
dingin itu
ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si
professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya,
Pak,
dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika,
yang
kita anggap dingin itu adalah ketiadaan
panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama
sekali.
Dan semua partikel menjadi diam dan tidak
bisa
bereaksi pada suhu tersebut. Kita
menciptakan
kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan
panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor,
apakah
gelap itu ada?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda
salah,
Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah
keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya
bisa
kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa
menggunakan
prisma Newton untuk memecahkan cahaya
menjadi beberapa warna dan mempelajari
berbagai
panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda
tidak
bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas
cahaya di
ruangan tersebut. Kata gelap dipakai
manusia
untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor,
apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu
saja, seperti yang telah kukatakan
sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara
manusia.
Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi
dari
kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu
menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah
ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap,
kajahatan adalah kata yang dipakai manusia
untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan
tidak
menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah
hasil
dari tidak adanya kasih Tuhan dihati
manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan
panas
dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Untukmu Perusak Jiwa
Menghantarkanku pada sebuah prosa indah
Irama syahdu yang terlantun
Membuat jantungku berdesir getir
Mimpikah aku tuk memilikimu?
Dalam jalinan asa yang terajut kuat
Kan kugenggam tanganmu tanpa lelah
Bergandengan tuk menganyam hari esok....
Pikirku tak juga mengerti
Mengapa benang merah itu tak kunjung terjalin
Tak cukupkah rasa melandasi?
Tak cukupkah pengorbanan kulalui?
Sejauh apapun aku bersembunyi bersamamu
Secepat apapun aku berlari membawamu
Rantai takdir tetap menyeret kembali
Mencambuk kita tuk terluka kembali
Kaupun menyerah dalam tangis
Akupun tertunduk tanpa daya
Menyaksikan bungaku terbang ke istana
Tuk membeku.... ditemani dinginnya salju
Entah....
Aku tak akan merasa hidup dalam kesia-siaan;
Seandainya aku dapat meringankan Beban suatu Kehidupan,
Atau meredakan kepedihan,
Atau membantu seekor Burung Murai yang pingsan,
Kembali ke Sarangnya,
Aku tak akan hidup dalam kesia-siaan
untitled
tak pernah ada celah sedikit pun untuk mengintip
cinta itu...
rasa itu..
kemudian ia menangis lebih deras lagi
entah karena itu menenangkan
atau itu malah mencengangkan
adakah ia tau?
meskipun seribu tetes air matanya terjatuh
dan membeku
tak akan ada yang berubah...
Tepian cakrawala
Sepoi semilir daun beranjak,
Menari dua bersama angin~
dan terbang ke tepian pesisir,
Hanyut ke pulau seberang~
Langit, bukanlah tiada berbatas,
Cakrawala di ujung sana~
Kini tiada mendua,
Antara ada dan tiada~
Itukah dunia?
Itukah yang fana?
Kemanakah ombak kan mengadu,
Melaut fana ke langit biru.
Doaku

Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan
Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku tapi karena hatiku
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika aku disisinya
Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun
aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat
membuatnya sempurna di mataMu
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi pria yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga ketampananku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan
bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat
dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan: "Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan
yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Thursday, September 14, 2006
Deritamu

Deritamu
bulan itu jatuh dimatamu
memberu penuh luka tikaman pohon cemara
angin telah menaburkan kebencian
entah untuk siapa
waktu ini penuh bintang
tidak menyanyi tidak tertawa
hanya derita kunang-kunang
menggapai malam
langit berselimut asap gelap
bila sekarang akan hujan
besok lusa tanpa kedipan halilintar
hanya cumbuan dan desahan angin
tempat ini telah mati
tinggal puing-puing kehancuran
oleh keserakahan sejarah
cukup bosan lelah waktu mengingat deritamu.
Tanpa Dirimu

Dulu kita saling cinta
Dan berjanji akan setia selamanya
Mengarungi bahtera kehidupan berdua
Hingga ajal memisahkan kita
Namun takdir punya kehendak lain
Kita berjalan ke arah yang berbeda
Bersikeras untuk di jalan masing-masing
Salah takdir, atau salah kita?
Kita jalani kesendirian
Mencari kebahagiaan dalam keramaian
Menyangkal diri sendiri
Bahwa kita bisa bahagia tanpa bersama-sama
sEtAhUN bERsAMA
Aku hitung mundur dua tahun kebelakang, menatap semua langkah yang telah aku dan dia jalani, semua rasa cinta, rasa rindu, rasa sayang, kadang rasa sebal yang menumbuhkan seonggok kerinduan yang mendalam padanya. Tak harus aku sesali keputusan yang telah aku ambil setahun yang kemarin, ini langkahku seharusnya dari awal aku tahu kemana tujuanku.
Jam dinding pun berdentang 2 kali, pagi itu aku terpaku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, seharusnya aku tahu kan?, seharusnya aku tidak membiarkan orang menghanyutkan aku hingga aku tidak bernafas seperti ini.
Kenapa harus ada banyak pertengkaran belakangan ini, rasa tidak percaya, rasa rindu yang seolah diaduk-aduk seperti adonan kue yang sering ibuku buat. Dimana aku harus cari petunjuk ku, kemana aku harus terus berjalan dan kadang menunggu yang kadang sangat menjemukan.
Di dalam jurnal ini hanya ada keinginan untuk memeluk erat dirinya, kerinduan yang begitu besar, tapi semua itu bukan mimpi, aku tidak mau bermimpi, A K U TIDAK MAU BERMIMPI.
Kenapa dia berjalan menjauh, seperti sinar yang kian meredup
Di pembaringanku malam itu, aku menghela sejumput nafas yang kurasakan berat
Tangan hangat yang kulepas di tempat itu
akankah aku genggam lagi
Airmata yang jatuh ditempat itu
Akankah tergantikan dengan tawa bahagia bersama dia
Aku cape..
Aku 'gak ingin dia jauh
Aku gak ingin harus memilih
ada rentang hati yang menangis pilu
dikala dia jauh
berharap angin menyampaikan kecupan hangat sang peri rindu
Goes to someone..
Menerawang menembus lumbung hatimu..
Tiba saat di hening senja...
Mencoba merayu dirimu..
Merengkuh segala daya yang aku punya..
Untuk menyiratkan segala kerinduan didalam hati..
Kadang bahagia yang tersirat
Kadang rindu yang digenggam
Kadang cinta yang tak kasat mata..
Hanya merasakan tanpa bisa menyentuh tiap nadimu
Hanya bisa mendengar tanpa bisa mengusap relung hatimu
Hanya bisa termenung tanpa bisa tertawa
Diujung batas malam..
Tiap kali kulihat kelam..
Menatap dalam..
Dan aku hanya tenggelam..
Aku mencintaimu tapi tidak bisa merengkuhmu....
Doa Ibu
Bapak mengingatkan apa yang terjadi pada diri saya hari ini, rizki dan kemudahan itu bukan sekadar usaha saya pribadi. “Terus usaha siapa lagi pak?” Tanya saya. “Selain usaha dirimu, juga ada peran doa ibu.” Jawab bapak. “Setiap malam saya menyaksikan ibumu berdoa buat dirimu agar diberikan rizki yang halal dan kemudahan didalam pekerjaan.”
Entahlah .. asal nulis aja
untuk sebuah kerinduan dan kebebasan…
diantara serpihan jeritan jiwa-jiwa
yang membisu dibalik jeruji!
Oh, ***(nama di samarkan)****
yang bergelimang pilu dan lamunan
yang merapatkan dirinya di dinding harapan
yang menitikkan air matanya di tanah malapetaka
kini, kusumpahkan hari-hariku, terbuang dan ditawan!
apa yang menyentuh ruang hatimu?
kau palingkan wajahmu dari manusia terbuang…
Namun kau selalu diam di ujung sebuah penantian
yang tiada pernah kau cari dan kau ketahui akhirnya
Tetapi kau selalu berharap, ya… matamu yang berlinang!
yang tiada pernah kau sadari, matamu membahasakan hatimu
membelah seluruh kisahmu, membaginya di sudut keindahanmu
Oh, ***(nama di samarkan)****
yang tiada pernah ku sentuh rahasia hatimu
yang tiada kutemukan senyum tentang kepedihanmu
yang tiada kurajut kisah antara kau dan manusia terbuang
CERITA KITA
untuk kemarahan dan kekecewaanmu
Kumohon maafmu
tuk ambil keputusan melupakanmu
karena keputusan yang tak berujung
Bukan karena aku tak bisa mencintaimu
namun kurelakan diri
tukmu cari yang lain menggantikanku
Jangan ada lagi
kata penyesalan yang terucap
cukup hanya kita yang tahu....
Cinta hanya khayalan belaka
yang mengisi perjalanan kita
maafkan apa yg telah kuperbuat.....
Anggap itu hanya sandiwara dunia
yang sempat datang dalam kehidupan kita
Terurai kata dari lubuk hati yang sangat dalam
" SELAMAT MENEMPUH KEHIDUPAN YANG TAK ADA SOSOK
KAN MENGGANGGU DALAM KHAYALANMU "
Aku hanyalah khayalan yang tak dapat terwujud
Terimakasih untuk cinta, perhatian dan kasih sayang
yang kau berikan untukku.............!
DIANA
tak perduli berapa banyak air mata
aku akan melewatinya
jika kita berdua ada
semua akan menjadi kebahagiaan
di langit biru diatas jiwaku
meskipun diriku sulit di mengerti
jika aku dihadapkan pada kaca yang disebut cinta
aku pasti dapat melihatnya
jangka waktu yang baru juga akan melewati kita hari ini
walaupun kita terluka
jangan berhenti
ketika kamu kehilangan kata kata
dari sebuah senyuman hadir pesan yang terbaik
Friday, August 18, 2006
Kala Ku TersesaT di Jakarta
Jarum jam yang menunjukkan pukul 11 malam sepertinya sudah tak dihiraukan oleh orang-orang yang berserakan di sepanjang jalan ini. Gelapnya malam yang dicahayai sedikit lampu temaram seperti halnya “lighting” pada film-film atau sinetron di layar kaca. Ya, orang-orang itu sedang memainkan perannya, menjadi pemeran pembantu alias para figuran malam. Aku perhatikan mereka satu per satu, oh .. kebanyakan wanita, tampaknya mereka sudah sangat piawai memainkan perannya masing-masing.
Aku dekati mereka, lalu aku tanyai salah satu di antara mereka, “Apa yang kau lakukan di sini ?” Dia menatapku dengan sinis, “aku tidak munafik, aku punya roda !”, tukasnya. Lalu aku bertanya lagi padanya, “apa yang terjadi dengan rodamu, hingga kau berada di sini ?” Lantas dia membalas, “rodaku harus berputar, jadi aku berada di sini.!” Aku membatin, lalu kulontarkan pertanyaan lagi, “kenapa harus di tempat ini?” Dia langsung membalas, “Hei, apa kau pura-pura buta, roda orang lain sibuk berputar di siang hari ke sana kemari, sementara mereka tak menyisakan jalan bagi rodaku untuk bergerak, apalagi berputar!!”
Terpecut hatiku mendengar jawaban wanita tadi. Sungguh malang nasib mereka. Lantaran pergulatan hidup yang menyebabkan rodanya berputar, membawa beban domestik di sebuah tempat penuh laknat, markas maksiat. Setiap malam mereka jajakan dirinya demi memuaskan nafsu manusia hina, pria berakhlak bejat. Dengan dalih sibuk proyek dan rapat luar kota, istri dan anak ditinggalkan dalam sebuah rumah mewah berkapasitas barang-barang manja, sementara “sang pencari nafkah utama” ini asyik bergurau mengobral cinta dengan wanita lain. Padahal cintanya sudah kadung terkubur mati. Astaghfirullah, begitu rendahnya kah?
“Wanita itu sebenarnya makhluk apa ?” tanya pria bangsa Eropa. “Mereka adalah iblis yang ditampilkan dalam wujud manusia”, jawab pria yang lainnya. Kalau memang begitu, lalu bagaimana dengan standarisasi yang diberikan oleh junjungan kita yang mulia, Rasulullah empat belas abad silam, jauh sebelum para pria Eropa itu berdialog panjang tanpa makna ? Tak kan memuliakan wanita kecuali seorang yang mulia dan tak kan menghinakan mereka, kecuali manusia yang hina pula!!
Aku ingin tahu jawaban para penguasa di negeri ini. Adakah yang peduli dengan nasib “para figuran malam itu”? Yang siang harinya malu menampakkan wajahnya, namun ketika malam tiba mereka seperti keluar dari sarangnya, maaf, menyediakan “kotak amal” sambil membuka jengkal demi jengkal kehormatan dirinya yang seharusnya mereka tutup rapat. Untuk apa? Ya.. untuk hidup, bertahan hidup. Ah… aku lupa, para pengusa sedang sibuk rupanya, saat ini mereka tengah mengurusi hal-hal yang lain. Ada anggaran dana sekian M yang harus mereka habiskan dalam akhir tahun ini, proyek apa lagi yang harus dibuat. Apa lagi yang harus di “mark up” ? Mall pusat konsumerisme paling mutakhir atau rumah mewah bernilai ratusan juta .
Ada lagi kampanye anti AIDS, dengan slogan menekankan seks aman ! Seks aman tapi bebas, begitu kukira. Padahal yang mereka gaungkan itu adalah “kau boleh lakukan, kami punya pengaman, pencegah kehamilan”. Kalau begitu apanya yang aman, seksnya yang aman ? Tetapi sadarkah bahwa pelakunya sebenarnya tidak akan aman karena di balik itu semua ada murka Allah menghadang ? Sungguh jangan sekali-kali pernah kau merasa aman dengan murka-Nya!!
Masih pada malam yang sama, menapaki jalan-jalan kota, beberapa pria nampak berdiri dan berjaga-jaga di sebuah bilangan Jakarta Pusat. Aku hentikan langkahku, ketika sebuah mobil bermerk jetset melintas dan menepi, mendekati para pria tadi. Mobil mewah itu ditumpangi sepasang muda-mudi belia yang sebaya umurnya. Sepertinya mereka tersesat Pemuda itu membuka kaca mobilnya, lalu bertanya pada pria tadi sebentar, lantas kemudian dia keluarkan beberapa ribuan. Aneh, kenapa mesti memberi mereka uang ? Lalu mobil itu pun melaju perlahan menuju suatu tempat yang ditunjukan oleh para pria itu. Selang beberapa waktu, dari arah yang berbeda, datang lagi mobil yang tak kalah licinnya, juga menghampiri para pria tadi. Penumpangnya melakukan hal yang sama. Aku semakin heran, sepertinya ada sesuatu yang aneh, janggal.
Aku beranikan diriku mendekati para pria itu untuk mendengarkan perbincangan mereka. Dan dadaku pun tersentak, astaghfirullah….Ya Allah, mereka itu juga sama seperti para wanita tadi, para “figuran malam”, yang berprofesi sebagai para calo penunjuk jalan bagi “orang-orang yang tersesat tadi’. Mereka menjadikan malam sebagai kesempatan untuk mengais rezeki dari orang-orang yang ingin mengunjungi sebuah tempat. Lalu yang menjadi pertanyaan, tempat apakah itu ? Mengapa harus malam hari dikunjungi ? Teka-teki ini harus segera dipecahkan !!
Kedua kakiku pun akhirnya tak bisa kucegah untuk terus beranjak, bergerak menyusuri alur mobil para pemuda-pemudi belia tadi. Hingga aku temukan sebuah jawaban, kenyataan yang sekian lama tersembunyi dan tertutupi oleh hingar bingar dan deru debu kepulan asap kota metropolitan Jakarta ini. Bahwa ternyata tempat yang dikunjungi oleh pemuda-pemudi bermobil jetset itu adalah sebuah rumah yang lumayan cukup besar dan megah. Sepintas memang rumah itu seperti layaknya rumah –rumah lain yang berjejer di sebelah kanan dan kirinya. Tidak menunjukan aktivitas yang berarti pada malam ini. Namun, siapa sangka, siapa yang mengira, sungguh tak ada yang menduga bahwa rumah itu sebenarnya adalah “markas pembunuhan berencana”, pembunuhan janin-janin tak berdosa yang tak diberikan hak hidup oleh darah daging mereka sendiri.Pelanggaran Hak Asasi Manusia kelas tinggi.Praktik Aborsi !!
Ya Allah…. aku harus berkata apalagi ? Setan macam apakah yang menuntun pemuda-pemudi tadi berlaku hina dan keji ? Apa yang ada di dalam benak mereka, kenikmatan sesaat ataukah hanya menuruti keinginan syahwat yang begitu mendera ? Ekspresi ilegal di ujung cinta sepasang insan manusia? Lalu, kalau sudah begitu, apakah mereka masih punya cinta ? Mengapa saling mencintai tetapi janin hasil “ekspresi cinta” itu yang harus dipertaruhkan demi cinta itu sendiri ? Mengapa ? Mengapa ? Ketahuilah, mereka sesungguhnya tidak punya cinta !! Cinta mereka sudah terkubur mati!!
Ada kenyataan lain tak bisa dipungkiri, berikut ini kisah tuan berdasi. Selamat pagi tuan, ada kesibukan apa hari ini ? “Oh.. tentu kau tahu, aku sibuk, sangat sibuk, aku harus memimpin perusahaan ini dengan kerja keras”, begitu jawaban tuan berdasi. “Aku harus memenangkan sejumlah proyek”. Dia tersenyum puas…. lalu tertawa meledak ha…ha.. ha… Aku mengernyit, tuan berdasi, kau tak perlu melanjutkan, aku sudah tahu jalan ceritanya. Kau ini memang sibuk, sangat sibuk, mengisi hari demi hari dengan harapan kau dapatkan segunung perhiasan dan intan duniawi. Aku juga tahu bahwa kesibukanmu sudah sangat tak bisa kau tinggalkan. Menumpuk, mengumpulkan dan menyimpan harta curian, sibuk korupsi sudah jadi kebiasaan.
Kemudian, kau pulang menemui istri dan anak-anakmu, mencekoki mereka dengan makanan dan minuman yang kau beli dari uang haram. Kau biarkan makanan dan minuman itu masuk menjalari kerongkongan dan perut keluargamu. Lantas… kau tak pedulikan mereka berlaku semaunya, jauh dari nilai nilai kebaikan. Istrimu yang setiap hari berdialog dengan dirinya sendiri di depan cermin. Sambil mendempuli “wajah kelamnya” dengan seperangkat kosmetika, lalu tersenyum sambil berkata , “hari ini akulah yang paling cantik”. Juga ada aktivitas yang tak kalah serunya, belanja super “wah” yang tak bisa dicegah karena sudah menjadi hobinya, atau hanya sekedar berkumpul disebuah sanggar senam bersama ibu-ibu lainnya yang “tidak punya pekerjaan” kecuali melenggangkan, melenturkan, melemaskan tubuh mereka seiring dengan gerakan musik dan bimbingan instruktur mereka Ya Allah, padahal tubuh mereka itu sangat demikian kaku untuk sekedar berdiri, ruku’ dan sujud bersimpuh kepada-Mu !!
Tuan berdasi, apa yang terjadi dengan anak-anak manjamu ? Kau juga tak hiraukan mereka ketika bahaya seks bebas mengintai, sementara angan –angan semu semakin menenggelamkan mereka dengan janji janji surga yang ditampilkan di layar televisi. Tontonan murahan, jauh dari nilai edukasi. Lalu di luar sana, komunitas “edan” menghampiri, jarum suntik dipakai silih berganti. Narkoba jadi candu dan sumber energi sehari – hari. Astaghfirullah, tuan berdasi, cintakah kau pada mereka ? Cintakah ? Kau tak bisa menjawab pertanyaanku bukan ? Aku tahu bahwa sesungguhnya kau tak mencintai mereka, karena sejatinya cintamu sudah kadung terkubur mati !!
Sekarang para penguasa…. kumohon padamu wahai para penguasa. Rakyatmu ini sudah terjatuh, jatuh dan jatuh lagi. Namun rakyatmu bukanlah terjatuh di atas jerami, melainkan jatuh di atas duri yang semakin dalam semakin tajam. Lihatlah dihadapanmu, data-data matematis dibuat untuk dijadikan informasi. “Manusia tanpa ladang rezeki”, para pengangguran melepas penat di rumah, maupun di jalan –jalan, sambil hilir mudik berusaha mencari sesuap nasi. Ada yang bimbang setengah hati, dan penuh kekhawatiran bagaimana nanti, dan akhirnya pun harus berakhir di bui karena membunuh dan mencuri. Adegan menumpahkan darah pun terjadi, untuk sebuah arogansi. Sementara para jawara-jawara korupsi berkeliaran bebas meluaskan ekspansi.
Ya Allah, aku tidak bisa memicingkan sebelah mataku hingga detik ini, aku juga tidak bisa begitu saja menyalahkan ketika kusaksikan bocah-bocah tirus itu harus rela disuapi oleh makanan apa adanya, sementara perut mereka semakin membuncit dan sorot mata semakin kuyu lantaran kurang gizi. Allah, duhai Allah…tak adakah re-generasi manusia tegas tapi lembut sepeduli Sayyidina Umar bin Khattab, yang membuktikan kesungguhan cintanya, rela merondai rakyatnya setiap malam, kemudian serta merta pergi ke gudang logistik negara untuk memanggul sendiri bahan makanan yang akan beliau serahkan untuk rakyatnya yang menderita kelaparan. Adakah sosok pemimpin yang seagung beliau ? Yang siangnya sibuk membangun negeri dan malamnya terjaga dari tidurnya karena khawatir akan keadaan rakyatnya. “Bagaimana aku bisa tidur, bagaimana, aku takut akan murka-Nya jika aku tidak bisa menjalankan tanggung jawab ini”, tegas beliau suatu hari.
Sekali lagi aku bertanya, adakah re-generasi ? Adakah yang cintanya sebesar pengorbanan beliau ? Lagi lagi jawabannya, tidak !! Cinta mereka sudah terkubur mati !!
Akhirnya aku harus mengakui bahwa semua ini, ya semua kenyataan yang kutemui adalah kumpulan dari sebuah makna yang semakin membuncah dan menggunung tinggi. Makna kezhaliman, perilaku manusia yang umum terjadi sepanjang manusia hidup di muka bumi. Bahwa apa yang dikhawatirkan para malaikat ketika mengajukan #“objection” kepada Allah Azza wa Jalla, mengenai berita akan diciptakannya manusia sebagai khalifah di muka bumi memang akhirnya menjadi kenyataan.
* “Mengapa Engkau hendak menjadikan seorang (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?”
Dan Allah pun menjawab keberatan para malaikat dengan mengatakan, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Aku tahu, semestinya kisah cinta diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan jiwamu, melegakan dadamu, penuh syahdu lautan rindu. Namun, aku tidak bisa membalut kisah ini dengan keadaan yang serba nikmat itu. Karena yang ada dihadapanku semuanya adalah bukan cinta yang sesungguhnya, bukan cinta yang murni lahir dari Sang Pemilik Cinta. Cinta yang sebenarnya sudah mati, cintanya sudah terkubur mati !!
Ah… aku belum bisa bernapas lega, rona-rona kehidupan terus bergulir. Para figuran-figuran masih harus melakoni peran dunianya masing-masing. Sementara Pemeran Utama ini terus melangkah, menapaki jalan, menyusuri lorong demi lorong, mencari sekelumit kisah cinta malang, untuk sebuah episode, episode menggali cinta yang terkubur mati. Sebelum kutuntaskan, bolehkah aku bertanya, adakah ruang di hatimu untuk sebuah cinta ? Ataukah cintamu juga sudah terkubur mati ?
Maafkan aku, aku bukanlah siapa-siapa, hanya seorang pemeran utama dalam episode cinta ini.
EmaK yang Kurindu
“kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
dari tempatku bersandar seiring laju kereta
membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
membuat hidupku jadi penuh riuh dan berwarna
kulepaskan rinduku setelah aku kembali pulang…” –padi,…g tau judulnya ^ ^
Sepanjang Jakarta-Madiun, Jatinegara-Stasiun Madiun...yang ada di kepala hanya Emak yang kurindu.
Yang wajahnya selalu kuingat. Yang tiap wajah punya ruang di dalam hatiku. Yang wajahnya punya kemiripan bersamaku. Setiap wajah selalu punya sesuatu untuk dibagi bersamaku. Yang tiap wajah selalu kurindu. Beliaulah yang kurindu.
Yang smsnya selalu kutunggu. Yang smsnya selalu mebuatku tersenyum. Yang isi smsnya terkdang membuatku tertawa hingga terjengkang. Yang smsnya selalu membuatku semakin merindukan Emak. Emaklah yang kurindu.
Yang suaranya selalu bergema di telingaku. Yang telponnya selalu kutunggu tiap malam. Yang tiap kali bicara denganku selalu meneduhkan hatiku yang bagai riam. Emaklah yang kurindu.
Yang ketiadannya membuatku sepi, sepi yang mengiris hingga ke ulu hati. Yang rasa sepinya selalu membuatku menangis di tiap kali sujud. Yang dalam tiap kali tangis, nama Emaklah yang terucap dan doa Robitoh kupanjatkan. Emaklah yang kurindu.
Yang tiap kebaikannya selalu kukenang. Yang tiap amarahnya selalu menyadarkan. Yang doa nya selalu mengiringku berjalan. Yang selalu ada maaf setiap kali aku salah. Emak adalah orang yang kurindu.
Yang selalu temaniku di tiap langkahku di jalan-jalan yang asing. Yang selalu meramaikan hidupku yang terkadang sendiri. Yang selalu bercerita tentang cinta. Yang selalu membuatku bahagia. Emaklah yang kurindu
Yang selalu ada di hati dan takkan pernah mati. Yang tiap kejadian bersama Emak akan selalu abadi. Yang tak pernah benci walau sudah kusakiti. Yang siap setiap saat tiap kali kumencari. Yang mengajariku tentang cinta yang hakiki. Emak sangat kurindu.
Yang mendukungku tiap kali aku mulai lompatan besar. Yang menyokongku dengan doa, cinta dan kasih sayang. Yang menggandengku di masa-masa gelap, dan melepasku kala aku siap. Yang menangkapku tiap kali aku jatuh. Yang mengobatiku tiap kali aku sakit. Yang memelukku tiap kali aku menangis. Sungguh, Emak yang kurindu.
Yang menertawaiku tiap kali aku melakukan hal-hal bodoh. Yang bercanda bersamaku. Yang merasakan apa yang kurasa. Yang ikut menangis bila aku menangis, yang ikut bahagia tiap kali aku menang. Yang menjadi tempatku mengadu tiap kali aku kalah. Yang dengan seluruh tenaga akan mendorongku untuk kembali berjuang. Beliau itulah yang kurindu.
Yang seiring sejalan bersamaku. Yang setia menemaniku mengarungi hidup. Yang menegurku tiap aku silap. Yang banyak mengajariku hal-hal yang berguna. Yang selalu menegarkanku. Yang selalu menjagaku dari segala yang mungkin menyakitiku. Yang selalu melindungiku selama aku tumbuh. Yang membuatkanku benteng penuh cinta agar kudapat tumbuh dan hidup dengan nyaman dan aman. Emaklah yang kurindu.
Yang akan kuberikan terbaik dari yang kumiliki. Yang akan selalu kubagi apa yang kupunya. Yang seluruh cinta dan rasa sayangku kuberi untuk mereka. Yang ingin kulindungi dan selalu kujaga. Yang ingin selalu kubuat bahagia, tersenyum dan tertawa. Yang ingin selalu kuiringi. Yang akan kuhibur tiap takut mencekam. Aku merindukan Emak.
Di sepanjang rel ini aku tersenyum. Senyum penuh bahagia karena tahu sebentar lagi akan bertemu dengan Ibu yang kurindu, kusayang dan kucinta. Di tempatku tumbuh besar yang kusebut rumah. tempatku kembali pulang...-wa
BangunKart@ -- Kala Aku PulanG 2006
Di Kala Aku Ragu Tentang DIANA
Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------
Ada Apa denganmu Perempuanku?
Duh, seandainya saja kau membutuhkan tempat untuk berbagi, mengapa tidak kau percayai aku? Berbagilah denganku, jangan ragu untuk berbagi duka itu, jangan sungkan untuk membagi nestapa itu.
Perempuanku, aku ingin melihatmu tersenyum, aku ingin mendengarmu tertawa. Aku ingin melihat kau bercanda kembali seperti hari-hari lalu yang pernah terlewati. Tersenyumlah padaku, tertawalah bersamaku, bercandalah denganku, karena luka itu akan segera berlalu.
Bukankah setiap kita tak pernah luput dari salah dan khilaf, lalu mengapa kau salahkan diri atas semua duka yang kini singgah dalam kehidupanmu? Tak ada gunanya untuk bersikap seperti itu terus menerus, berjuanglah untuk bangkit. Ia tahu jika kau menyesal, Ia paham kau merasa berdosa, dan kau pun tahu bahwa Ia Maha Pengampun.
Percayalah, Ia sangat menyayangimu, seperti ia menyayangi yang lainnya. Jangan merasa diperlakukan tidak adil, jangan merasa hina, dirimu adalah pribadi yang mandiri yang tidak bisa disamakan dengan orang lain. Kau mungkin tidak memiliki kecantikan, mungkin juga tidak punya kepandaian, atau bahkan kau mungkin tidak berharta, bisa juga kau tidak bergelar apapun, tapi bukankah kau selalu berusaha untuk mencintaiNya, kau selalu belajar agar selalu dekat denganNya?
Aku tahu kau tak pernah berhenti mengingatNya, dalam setiap napas selalu kau sebut namaNya. Adakah yang lebih penting dari mencintaiNya dengan sungguh-sungguh? Adakah yang lebih penting dari mendapatkan cintaNya?
Karena itu perempuanku, saat hatimu terluka, atau saat hidupmu terasa sempit, aku tahu kau mengerti bagaimana menghadapi luka, bagaimana cara menyikapi kesempitan, meski saat ini kau merasa terpuruk, merasa sendiri, merasa tak ada yang peduli, tak ingatkah kau? Bahwa Ia selalu bersamamu.
Ayolah perempuanku, saatnya kini untuk bangkit, untuk berjuang melawan kesempitan, saatnya kembali tersenyum ketika pagi tiba, saatnya kembali memulai hari dengan semangat. Biarkan luka itu menempa dirimu menjadi kuat, menjadi tegar, menjadi tangguh.
Wednesday, August 16, 2006
KaLa RinDu MeLanDa
Otakku penuh dengan wajahmu...
Tak bisa kuhapus meski sedetik...
Mungkinkah.....
Rinduku padamu sudah membatu
Hingga tak bisa cair tanpa hadirmu
Tapi...
Mungkinkah dirimu merasakan yang aku rasakan...
Masihkah ada bayangku di dalam hatimu...
Ataukah sudah kau lupakan diriku...
Wednesday, August 09, 2006
Aku harus pergi
membawa keping hati dalam genggamanku
meringkuk takut,
bersembunyi diantara kuncup bunga
yang basah oleh embun
Namun mentari menyapa alam
kuncup-kuncup bunga pun mekar
Aku harus pergi .
berlari lebih kencang,
menyembunyikan hati,
sampai ke dasar laut sekalipun!
dan ketika kuratakan genggaman ini,
hatiku tidak ada disana.
Ijinkan. . .....
kenapa belenggu ini masih erat di sini,
sedang semua telah beralu dari hidupku,
mestinya aku insan merdeka,
memberi hati dan cinta lagi,
karena kau tidak lagi di sini bersamaku,
tapi belenggu ini,
makin erat mengikat,
memasungku dalam cinta tak berkesudahan,
air mata tak cukup memutuskannya,
amarahpun hanya akan sia-sia,
cintaku yang ku katakan putih,
membuatkan hitam pekat langitku,
mengunci rapat senyum di bibirku.
Cinta putihku,
ijinkan kumelihat matahari pagi,
pergilah kau dari hati,
jangan pernah kembali jika tangis yang kau bawa,
bahagiaku hanya malam-malam panjang sepi tanpamu,
tanpa mimpi-mimpi indah,
yang lenyap ketika hidup ini bangun dipagi hari.
Cinta putihku,
biarkan kumenangis mengenangmu 'ntuk terakhir kali,
ijinkan kutidur,
tanpa kau datang dimimpi malam ini....
Ketika kamu datang
dan mengulurkan tangan untuk menarikku
aku tidak lagi menoleh ke belakang.
Ketika kamu datang,
dan mencuri sesuatu dari genggamanku,
aku tidak lagi terlelap.
Kamu memang telah datang,
hadir...., ada dan bertahta dalam hatiku.
Katakan padaku bagaimana mengusirmu,
karena perasaan ini melimbungkanku
dalam ketidakpastian yang lagi-lagi..
menyiksaku....
Mimpi Takkan Berakhir
hingga kubelum ingin mengakhiri hidupku dengan sia sia..
belum ingin kuakhiri perjuanganku mendapatkan impianku..
hingga kini mimpi dan impianku masih ada bersamamu..
gadis yang paling kucintai..
engkau adlah mimpiku sekaligus pengembaraanku..
takkan kubiarkan jiwaku sia sia untuk menghentikan langkahku mengejarmu..
selalu kuberharap engkau masih mempunyai jiwa seperti dahulu..
saat dengan bangga kukatakan pada dunia engkau adalah impianku
dengan tinggi ku angkat namamu diantara sanak familiku...
dan dengan sombong ku sebut namamu diantara kerabat-kerabatku..
hingga kinipun namamu masih berada di paling atas
namamu berada di ketinggian
engkau adalah gadisku...
Terbayang Semua KenangaN

semua kenangan
yg tlah kulalui
bersamamu
hangat pelukmu
yg selalu kurindu
di dalam hari-hariku
yg tlah lalu
akankah tinggal kenangan untukku
hari-hariku bersamamu
ingin ku lupakan semua tentangmu
namun ku tak kuasa
hapus segalanya dari hatiku
sabtu malam lagi ku nikmati sendiri
hadirkan bayangmu kembali
takkan ku lupa kau lah satu yg ku simpan
di hatiku sampai kini
di dalam ku
sendiri kini
terbayang semua kenangan
tentangmu bersamaku
hangat pelukmu
yg selalu kurindu
di dalam hari-hariku
yg tlah lalu
Mencari Jawaban ???
entah mengapa?
apa yang membuatku sulit melupakannya?
wajahnya? atau senyum termanisnya?
aku tetap tak mengerti
atas segala tanyaku ini
namun, hingga kini
aku tetap tak menemukannya
dimana jawaban itu?!
bahkan setelah dia pergi
aku tetap tak menemukannya!
sekali lagi aku bertanya,
di mana jawaban itu?!
ku tetap mencari,
dan menanti.......
diman jawaban itu?..............
Aku Menunggumu Di Tepi Hatiku
duduk diam merenung, bingung dan tak tau apapun.
semua harapan keseriusan tlah hilang
hanya dalam sekelebat mata memandang.
seharusnya, cinta sepenuhnya bisa terjadi
karna tlah lama bersemi
walau sempat terjadi suatu ketakutan
lari dan berpaling saat mata terdiam
diam saat mata memandang
pengkhianatan terus terjadi saat terdiam
terjadi begitu saja, hilang dalam kata kata
hanya berbekas di segumpal hati
rintihan dan teriakan terdengar kencang sekali
janji, walau hanya sebuah rangkaian kata kata
bermakna lebih dari emas permata
semua dikhianati
semua dilanggar
semua, semua, semua
kepercayaan yang ada kini
patut diragukan keberadaannya
sampai detik ini,
masih diam terpaku
tak percaya yang tlah dialami
tak percaya yang tlah didengar
pukul 12.11 Siang
saat sebagian tubuh meronta ronta
untuk diisi segumpal makanan
dan saat hati meronta ronta
setelah dikhianati
Tuesday, August 08, 2006
KamaR
Dinding-dinding kamar menatapku lirih,
mereka mungkin turut berduka, tertunduk dan menangisiku.
Di kamar ini pernah kuteteskan air mata, menetes perlahan,
hingga aku pun tenggelam didalamnya.
Di kamar ini, masih tersisa baris-baris luka yang menganga,
perih saat malam tiba.
Di kamar ini pernah juga ku tumpahkan seluruh rasa cinta pada nya hingga kita letih bermandikan peluh...
Bekas suara langkah mu masih tersisa di kamar ini.
Rambut yang berterbangan itu menghiasi lantai kamar yang berdebu.
Kasur ini pernah kau rebahi hingga langit-langit kamarku birahi.
Suara mendesah itu masih jelas terdengar dan memantul pada dinding kamar dan menikamku perlahan...
Jiwa ini mata air mu,
maka jangan pernah takut karena haus mu.
Mata ini adalah matahari mu,
maka pandangilah aku saat gelap datang.
Bibir ini adalah cinta mu,
maka tersenyumlah padaku...
semoga kala mengucap salam
selamat tinggal pada masa silam
lalu akan ada terbarui
dari jiwa yang hampir mati
Sunday, August 06, 2006
5 Jam Setelah Keberangkatanmu

Entah apa yg t`lah ku rasa ini , bingung dan tak tahu apapun .., kenapa ku biarkan luka lama kembali terbuka dan menganga ? bahkan lebih perih dan pedih dari yg sudah². sebuah kata yg terucap dari
"dia"
sebuah kata "SIAPA CEPAT PASTI DAPAT" begitu deras dan tajam merobek , menyayat.., seakan memberi motivasi yg kuat .., dan bahkan memberi peringatan bahwa ku mungkin tak bisa mendapatkannyaa ..,
bukan.., bukanlah itu yg ada pada dirinya..., Akupun tak ingin
"dia"
menjadi sebuah piala yg di perebutkan .., yg selalu di banggakan bila tlah meraihnya .., meski dengan berbagai cara tuk bisa mendapatkan "dia"..,entah curang,entah saling menjegal, entah di campur Es jeruk, tomat, kacang, slada, kedelai, saos, kecap, selai dan berbagai cara entah dan entah ..demi mendapatkan sebuah piala .,ya...
"dia"
dan hanya
"dia"
kenapa aku masih menunggunya ? walau aku dalam nomor urut yg ke sekian ribu dari sekian banyak yg ingin merebutnya .., aku tak ingin
"dia"
di perebutkan ,tak ingin
"dia"
di miliki mereka .., ... tapi .... kenapa ...dan di mana semua diriku yg sesungguhnya ? haruskah ku mengorbankan segalanya ? walau harga diri ku pertaruhkan ?
tak ada optimisme , tak ada pesimisme ..., aku hanya terdiam terpaku melihat
"dia"
namun..,ku masih bahagia, setelah sekian lama ku menanti .., ku menunggu ,akhirnya terucap juga dari bibirnya .., sebuah kata "AYAH" !!!
mungkin hati ini tak pernah bisa berbohong , meski sekian lama
"dia"
sakiti .., tetap ku menunggu dan terus menunggu ..., resah dalam gelisah .., menuju punah jasad dalam tanah .. entahlah ......dan bila
"dia"
mau tuk menjalani semua bersama , kembali dan memulai melupakan segala naif dan ego yg pernah ada .., ku kan berjanji tuk bisa menjadi seorang "AYAH" yg sesungguhnya , apakah bisa ..... ???
"ENTAHLAH"


