Friday, January 11, 2008

Jika memang aku harus jatuh cinta



Ya Allah...
jika memang aku harus jatuh cinta ..
Cintakanlah aku pada seseorang yang sudi melabuhkan cintanya kepadaMu
Agar bertambah kekuatan cintaku kepadanya untuk mencintai Mu

Ya Muhaimin...
jika memang aku harus jatuh cinta ..
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada Mu
Agar terlarut kami dalam cinta sejati kepadaMu

Ya Allah....
jika memang aku harus jatuh cinta ..
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang Yang hatinya hanya tertaut pada Mu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu

Ya Rabb..
jika memang aku harus jatuh hati ..
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling cintaku dari hatiMu
Agar ridhoMu selalu mewarnai cintaku kepadanya

Yaa Rabbul Izzaki...
jika memang aku harus merindu...
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan Mu
Agar RahmatMu selalu terpancar disetiap cintaku padanya

Ya Allah....
jika memang aku harus merindu...
Jagalah rinduku padanya Agar tidak lalai aku merindukan surgaMu
Agar terbebas cintaku padanya dari panasnya api nerakaMu

Ya Allah...
jika memang aku menikmati cinta kekasihMu...
Jagalah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu
Agar cintaku padanya bukan hanya kenikmatan sesaatMu

Ya Allah....
jika aku jatuh hati kepada kekasihMu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh
Jangan biarkan aku terlarut dalam perjalanan panjang yang semu
Tuntunlah kami menuju cinta sejati kepadaMu
Tuntunlah kami kejalan yang selalu ridhoi

Ya Allah....
jika Engkau halalkan aku merindui kekasihMu
Jangan biarkan kami melampaui batas
Sehingga melupakan kami pada cinta hakiki dan
Rindu abadi hanya kepada Mu
Amin...Amin...ya RabbalAlamin...

Tuesday, January 01, 2008

… Engkau seolah menghindariku, ketika kau terima perhatianku selama ini…

Yah, mungkin itu yang selalu kurasakan pada kamu. Sebenernya aku tau bakalan terjadi seperti ini. Aku semakin enjoy memperhatikanmu tanpa alasan yang pas, dan kamu tak bisa menolaknya dengan alasan yang pas juga. Kata orang bijak kita sama sama berpikiran “jalani saja, biarlah waktu yang menentukan…”. Toh tetep kita yang menentukan kan? Waktu hanya memberi kita kapan akan berhenti dengan idealisme dalam otak kita. Idealisme yang membuat pilihanX kita semakin sulit dipilih atau membuat kita tak mempunyai pilihan karenanya.

Apa kamu takut ini hanyalah sebuah persinggahan dari perjalanan yang mungkin aku tahu telah berakhir, mungkin juga belum. Bukan itu yang aku takutkan!!! Aku takut inilah sebuah pelarian. Lari dari idealisme hati yang membuatku berdiri tanpa sebuah pilihan. Lari mencari kamu untuk dijadikan idealisme baru diotakku. Dipaksakan untuk dirasakan kalau kamu memang pas. Mungkin kamu juga berpikiran sama …

Bagiku kamu telah berlaku benar. Aku yakin kamu juga punya idealisme diotakmu tentang gimana saling menghormati antar idealisme. Orang banyak menyebutnya ‘perasaan’. Kamu seolah memberikan arah agar perhatianku tidak menjadi idealisme yang akan meracuni otakku dan menghapus idealismeku dulu. Aman, dan itu yang kamu inginkan kan kan.

Kamu memang belum sampai meracuni otakku untuk menjadi new idealisme!! Kamu menjadi realita yang mencairkan idealisme yang menetes dari kepalaku. Dan aku tak tahu kapan idealisme yang seakan menjadi salju mencair habis. Biarlah salju itu tetap ada, karena tanpanya aku tidak bisa merasakan kehangatan yang kuciptakan sendiri dengan adanya kamu.
Mungkin benar juga ini adalah pelarian!!! Mencari kehangatan ketika merasa kedinginan. Tapi, bukankah itu manusiawi? Dan aku MANUSIA!!! Manusia yang ‘terlalu’ manusiawi!!!

Mungkin kamulah penyebab idealisme diotakku semakin membeku. Kamu juga salju!!! Diriku sendiri saja yang menganggapmu menjadi penghancur es. Mungkin aku salah menjadikanmu sebuah prototipe yang akan menghancurkan dan membuang bayangan yang membungkus kepalaku.

Kamu boleh berpikir aku menjadikanmu cadangan untuk membuka mulut, gigi, dan bibirku ketika tak ada yang membuatnya tertawa!! Boleh … karena kamu memang bisa melakukannya. Dan kamu bisa melakukan lebih dari itu !!!
Aku memang penakut!!! Takut … karena aku tidak mempunyai cadangan lain ketika aku membutuhkannya …

Terlepas dari semua itu …
Aku menikmatinya … menjadikanku mengerti bahwa pelarianku, persinggahanku, serta ketakutanku padamu menjadikanku hidup tanpa idealisme yang membungkus otakku.

Aku ingin tempat pelarian ketika ingin berlari …
Aku butuh persinggahan ketika aku lelah …
Aku perlu … … … … [ kamu ]

"Y........"

Lautan waktuku telah berjalan
mengiringi langkahku menuju ke depan
mendewasakan semua kenangan dengan kebesaran hatiku
Kebesaran hati yang rapuh dalam jiwaku

Mengawali hidupku dengan rasa sakitku
menjalani hidupku dengan rasa bahagiaku
Dan mengakhiri hidupku dengan rasa bersalahku

sehingga dulu...
aku mengawali rasa cinta dengan semua harapanmu
aku menjalani rasa cinta dengan semua kekhawatiranmu
Dan aku mengakhiri rasa cintaku dengan semua kekecewaanmu

kamu adalah rahasia terindahku.....
yang disimpan oleh alam
dan diterjemahkan didalam bumi

kamu adalah bidadari pelindungku....
yang diciptakan oleh langit
dan diagungkan didalam nirwana

dan, para malaikatpun semua tersenyum indah
menaburkan untaian bunga disetiap langkahmu
terguncang hatiku mengingat semua keindahanmu

Tak perlu merasa terancam denganku....
aku tidak ingin menodongkan cinta padamu
aku hanya ingin bercermin padamu

SEHINGGA KINI....
aku hanya berharap akan dapat selalu menemanimu
dalam setiap jejak langkah kakimu
dan dalam setiap hembusan nafas kehidupanmu

Terlalu takut aku bila meninggalkanmu
karena kamu menggantikan kesedihanku dengan tawamu
karena kamu menggantikan kegelisahanku dengan ceriamu

Percayalah hanya kamu yang paling memahami......
semua kegelisahan dan keegoisan hatiku
aku akan pergi untuk merangkai mimpi lewati waktuku
dan jalan itu akan kujaga selamanya

walau hanya akan ada asa di dalam hatiku
walau dirimu akan pergi jauh dariku
aku kan selalu menanti dan menantimu
hingga semua akan datang untuk menemaniku.....