Monday, December 08, 2008

8 Desember 2008

Wajah rembulan kini sendu
mengingatmu penuh rindu
akan sapamu
akan candamu
akan gelak tawamu
akan cerewetmu
akan lengkinganmu
akan hangatnya bibirmu
akan harumnya napasmu
akan wanginya tubuhmu
akan manjamu
dan seluruh pena
yang menulis pada lembar-lembar hati kita


aku merindukanmu "i..."


Tanggalnya 12 Bulannya 1 Tahunnya 2008

Aku menemukanmu..
Ditempat dulu,dimana bnyk tertulis kisah tentang kita.
Setelah lama tersembunyi.
Tak kusangka kau masih saja menulis cerita.

Aku menemukanmu..
Di tempat kosong yg belum sempt kau benahi.
Hanya ada kata2 indah tulisan tanganmu.
Tp aku tetap singgah,lalu meninggalkan jejakku disitu.

Aku menemukanmu lagi.
Mendatangkan air mata bahagia
dan senyum penuh luka..

Aku menemukanmu.
Mimpi indahku..


Monday, December 01, 2008

Berteman dengan Kekurangan

Setiap manusia mempunyai kekurangan sekaligus bakat, kemampuan dan keunikan tersendiri. Sayangnya, tak cukup banyak orang mempunyai kepercayaan diri dan hidup bahagia. Bagi saya, liputan seputar pesta pembukaan Paralympic ke 13 di Beijing-Cina bulan Agustus 2008 lalu memberi pelajaran berharga tentang bagaimana berteman dengan kekurangan dan pentingnya kepercayaan diri untuk meraih kebahagiaan.

Pembukaan acara tersebut diawali oleh aksi Hou Bin, yaitu seorang pemegang 3 medali emas lompat tinggi paralympic. Semula ia duduk di kursi rodanya. Dengan penuh percaya diri ia menarik tambang hingga posisi tubuhnya sedikit demi sedikit terangkat.

Sekali waktu ia mencoba istirahat. Sementara itu tepukan dan teriakan penonton semakin membahana untuk memberinya semangat. Perjuangan yang tak kenal lelah membuatnya sampai di ketinggian 40 meter dan berhasil menjalankan misinya menyalakan obor pembukaan Paralympic ke 13 Beijing 2008.

Sesudahnya acara diisi dengan tarian para penari tuna runggu. Diantara mereka ada seorang gadis kecil berusia 11 tahun. Li Yue, kakinya cacat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di propinsi Sichuan 12 Mei 2008, menari dengan penuh semangat dan senyum yang terkembang indah.

Sekalipun hanya duduk di kursi roda, ia mencoba mengikuti alunan musik dengan tariannya. Li Yue kemudian berkata, "Gempa bumi bisa menghancurkan tubuh badan saya, tapi ia tidak bisa membinasakan impianku. Saya akan terus menjadi seorang manusia yang penuh semangat juang!" Ucapan gadis kecil itu secara eksplisit menggambarkan rasa percaya diri yang luar biasa.

Ade Adepitan, seorang atlit paralympic asal Inggris, mengakui dirinya tak mudah mengagumi prestasi orang lain. Tetapi pada kesempatan tersebut dengan terbuka ia menyatakan bahwa hatinya begitu tersentuh oleh semangat Li Yue. "This is more than just sports. It's about life, hope and not giving up. – Ini bukan sekedar olah raga. Ini tentang kehidupan, harapan dan tidak menyerah," katanya.

Semua media yang meliput acara tersebut melontarkan pujian pada semangat kepada 4.200 atlet peserta olimpiade paralympic, karena cacat sama sekali tidak mengurangi kepercayaan diri mereka untuk menggali hal yang terbaik di dalam diri mereka sendiri. Mereka menularkan semangat kepada dunia untuk bangkit, melawan keterbatasan, dan berprestasi. Seorang pembawa acara dari sebuah stasiun televisi Perancis berkomentar, "Inilah hadiah terindah dari China untuk dunia."

Dari momen tersebut saya dapat merasakan bahwa penerimaan terhadap kekurangan dan kepercayaan diri mereka sangat penting untuk mencapai prestasi demi prestasi dan hidup lebih bahagia. Bagaimana dengan kita? Sebenarnya kita juga mempunyai kemampuan untuk menerima kekurangan diri kita sendiri dan memiliki kepercayaan diri. Tetapi seiring waktu berlalu dan beberapa hal, maka penerimaan dan rasa percaya diri itu mulai berkurang.


Thursday, November 27, 2008

akulah melatimu ....

Akulah melatimu...
bukan karena suci sehingga aku tercipta putih..
bukan tanpa cela sehingga aku tercipta mewangi...
karena akulah melati...
aku hanya melati..
Yang ingin menjadi saksi bagi tiap episode hidupmu...
Ku ingin ada kala kau tuju tahta pelaminan...
Dan aku ingin menyertaimu jika sang maut menghampirimu...
Jangan kata ku abadi...
Karena aku hanya melati...
Ingin ku berikan putih-ku
agar dapat kau laburi dgn tinta kehidupanmu...
Ingin ku abdikan wangi-ku
agar aku dapat menyatu dgn nafas hidupmu...
Karena aku hanyalah... Melatimu...



By: " melati " "I..."



engkau melati ku ....

Aku bilang kamu kuat, bahkan Aku bilang kamu hebat
Lalu ku bilang kamu cerdas,
namun, tak sekalipun kamu merasa pantas....
tidak..tidak..., kamu memang pantas untuk itu
Pernah aku bercerita tentang kekaguman
Bunga melati yang ku petik
Mekar putih, bersih, bahkan di tempat paling pekat
Wangi pertanda ia ada, saat wujudnya belum juga terlihat
keharumannya menyambut setiap kali ku pulang
Sederhana, namun tetap dapat memikat
seperti kesederhanaanmu yg telah memberi nuasansa baru untuk ku
Bahkan belukar sepertinya tak dapat menjerat
Kamu cantik, seperti melati, itu bunyi pesan pesanku untukmu
Sekarang aku, berdoa, agar secepatnya kamu bisa menjadi melati dlm hidupku..