Sunday, August 19, 2007

Optimisme

Ah… apakah aku terlalu pesimis memandang hidup ini…
Harusnya aku coba bangkit bukan…???
Melawan ketidak mampuan diri…
Dan menunjukan pada dunia,,…
Bahwa inilah aku…
Memiliki masa depan secerah matahari…
Mampu berjalan bahkan dibawah tindihan seribu ton beban dipundak
Bisa melakukan apa saja yang bahkan tak bisa dilakukan Einsten
Tak akan sebodoh Romeo yang ikut-ikutan mati hanya karena cinta yang bodoh.

Seharusnya pada orang aku jangan berkeluh kesah
Seharusnya aku menjadi tempat berkeluh kesah...
Seharusnya aku berteriak saja...
Biar terdengar orang segala penjuru...
Inilah aku… sahabat terbaikmu…
Saudaramu dalam setiap penderitaan
Penolongmu dalam setiap masalah…
Yang menjadikan setiap hari sebagai cerita…
Dan setiap moment yang terjadi adalah renungan.

-----------------------------------------------------------------------------------
Di ColonG Entah Dari Mana Aku Lupa, Maaf

MENANGGUNG RESIKO CINTA

Berusaha menghindari resiko sebenarnya tidak mengembangkan diri.
Dia tidak mau 'melekat' dengan makhluk hidup lain.

Memang 'melekat' (kateksis) bukanlah cinta.
Cinta lebih dari sekedar 'melekat'.

Namun bagaimanapun, 'keterlekatan' itu perlu di awal usaha kita untuk
mencintai.
Kita dapat mencintai seseorang atau sesuatu, hanya bila seseorang
atau sesuatu itu penting bagi kita.

Tetapi bila kita melekat dengan sesuatu atau seseorang, selalu ada
resiko : kita kehilangan atau ditolak.

Kalau kita mendekat dengan orang lain, selalu ada resiko : orang
tersebut meninggalkan kita, dan ini lebih menyakitkan daripada tetap
sendiri (tanpa teman) seperti sebelumnya.

Mencintai makhluk hidup, seperti manusia, binatang peliharaan, atau
tumbuhan, selalu mengandung resiko : makhluk hidup tersebut bisa
mati.

Kalau kita mempercayai orang lain, kita bisa disakiti.
Kalau kita tergantung pada orang lain, kita bisa dikecewakan.

Resiko 'keterlekatan' adalah penderitaan.

Namun kalau kita tidak mau menanggung resiko menderita, kita tidak
akan mengalami banyak hal.
Padahal semua hal itu dapat membuat hidup kita bergairah dan
bermakna.

Mengembangkan diri akan menimbulkan penderitaan dan kebahagiaan
sebagai ganjarannya.

Dalam Kahlil Gibran,

seorang wanita berkata kepada seorang pria :
Aku mencintaimu.
Pria itu menjawab :
Hatiku layak mendapatkan cintamu.
Wanita itu berkata :
Seandainya kamu tidak mencintaiku ?
Dan pria itu menatapnya tanpa berkata2.
Kemudian wanita itu berteriak :
Aku membencimu !
Maka, pria itu berkata :
Kalau begitu, hatiku layak mendapatkan kebencianmu.

Hakikat hidup adalah perubahan.
Fenomena adalah jembatan menuju kesejatian (al-majâz qantharah al -
haqîqah).

Hidup yang utuh selalu penuh dengan penderitaan.
Namun satu2nya alternatif lain adalah hidup tidak utuh atau malah
tidak hidup sama sekali.

Jika kita kehilangan pandangan akan ke-berarti-an kita dan kehilangan
semangat oleh upaya kerja keras tanpa hasil, maka lakukan usaha,
suatu lompatan evolusioner.

Apakah kita berhasil atau tidak dalam lompatan itu, adalah tanggung
jawab kita pribadi.

Dan tentu saja kita akan ditolong agar jangan tersandung, oleh
rahmat -- sesuatu hal yang menakjubkan.

Dilige et quod vis vac,
yang artinya jika anda mencinta dan rajin, anda boleh melakukan apa
saja yang anda mau.

Ihdinashirâthal mustakîm, sirâthalladzîna an 'amta'alaihim,
yang maksudnya, bahwa untuk menggapai suatu cita2 harus dilakukan
dengan jalan yang lurus dan di-ridhoi.


==================================================

Di Comot Dari Millis Filsafat
thanx to non_sisca

YANG TAK KAU KETAHUI....

YANG TAK KAU KETAHUI....
ada sebuah luka dihati
sejak kau tinggal pergi
diriku kini sendiri

YANG TAK KAU KETAHUI.....
aku akan tetap menanti
menunggumu kembali
hingga nafas ku terhenti

YANG TAK KAU KETAHUI.....
ada sebuah cinta untuk mu
yang masih ku jada dihati
walau air mata slalu menemani ku

YANG TAK KAU KETAHUI.....
bagaimana aku bila rindu itu tiba
semampu ku untuk menahannya dihati
walau aku tak tau kapan kau kembali


=========================================================

HANYA SATU YG KAU KETAHUI ....
hanya hatimu yg bisa mengetahui ....
hanya dirimu yg menusuk dgn belati ..

Saturday, August 18, 2007

I Love You

I love your lips when they're wet with wine
And red with a wild desire;
I love your eyes when the lovelight lies
Lit with a passionate fire.
I love your arms when the warm white flesh
Touches mine in a fond embrace;
I love your hari when the strands enmesh
Your kisses against my face.

Not for me the cold calm kiss
Of a virgin's bloodless love;
Not for me the saint's white bliss,
Nor the heart of a spotless dove.
But give me the love that so freely gives
And laughs at the whole world's blame,
With your body so young and warm in my arms,
It sets my poor heart aflame.

So kiss me sweet with your warm wet mouth,
Still fragrant with ruby wine,
And say with a fervor born of the South
That your body and soul are mine.
Clasp me close in your warm young arms,
While the pale stars shine above,
And we'll live our whole young lives away
In the joys of a living love

EntahlaH

Bertahun kumimpikan yang sama. Kebahagiaan,
Yang telah kutinggalkan tanpa hati.
Dan sekarang, tiada hakku untuk bermimpi.

Ku terjerat di simpang masa laluku.
Tak pernah benar-benar hilang. Tak pernah ada yang hilang.
Ku tetap hidup dengan masa laluku.
Setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang.
Setiap lagu yang kita nyanyikan bersama,
selalu membuatku berlinang.

Dan kini, tak tentu arahku kemana.
Menyadari apa yang sudah tak patut kumiliki.
Hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana

======================================

untuk saat dan nanti
saat air mata membasahi bumi
yang tak akan bisa menghapuskan sang pedih

aku pun tak bisa .... saat kau minta
untuk membangkitkan yg telah lama mati
biar lah ... biar lah semua berlalu seperti waktu
dan kini akan ku hadapi semua walau itu pedih

ini bukan akhir dunia ... dan bukan akhir dari segala nya
dan aku tak kan bisa berhenti mengalah oleh sang waktu ...
tak ada sesal di hati dan tak ada tangis lagi
semua nya sudah kembali walau meninggalkan perih

=======================================

Suatu saat KAU akan menangis untuk ku
Seperti diriku yang menangis akan penghianatanmu...

Suatu saat KAU akan merindukanku
Seperti Aku merindukanmu...

Suatu saat KAU akan membutuhkanku
Seperti diriku membutuhkanmu...

Dan suatu saat...saat kau mencintaiku dengan sepenuh hatimu
Namun...
Aku takkan pernah mencintaimu seperti dulu


Renungan Dlm Kecewa

Kepingan hati ini makin jatuh terpuruk

Diatas lumpur cinta yang kau beri

Karena luka yang masih basah ini

Semakin kau buat perih dengan bencimu.


Ketika kusadari kita bukan lagi satu cinta

Perih ini makin menyayat

Mengiris kian tipis hati ini

Sungguh duka ini tak dapat kutanggung lagi

Mungkin mati jalan terbaik.


Mengapa harus jalan perpisahan ini yang kau pilih

Tak adakah perpisahan yang lebih indah dari ini...?

Tak sadarkah dirimu

Luka ini tak ada yang mampu mengobati...?

Kepingan yang sudah kau buat dihati ini

Hanya kau sendiri yang mampu menyambungnya utuh lagi.


Hari ini..

Kutunggu hadirmu disini

Memberi warna baru hidup ini...

Dan bila esok kau kembali

aku disini tetap menunggu dengan cinta

tak akan kupikirkan apa yang sudah kau berikan dulu

karena aku sangat mencintaimu.

SEKEPING HATI...... SEPOTONG ASA, SEJUTA TANYA

Begitu banyak peristiwa datang dan pergi dalam kehidupanku,
Begitu banyak kesan yang membekas dalam hatiku,
Begitu banyak tawa yang kulepas kala bahagia datang menyapa,
Begitu banyak tangis berderai kala sedih hadir mendera,
Begitu banyak murka ku tebar kala amarah membara,
Begiu banyak tanya menyiksa kala bimbang melanda,
Namun tetap saja hanya sekeping hati yang kupunya

Ku pernah rasakan betapa pesona bahagia merona dalam tawa gembira,
Indahnya dunia terpancar dalam bangga dan ceria,
Serasa hidup dalam surga, serasa alam menyapa penuh mesra, serasa bagai jadi Raja....
Ku juga sudah rasakan pedihnya tikaman-tikaman pisau derita,
Irisannya bak sembilu yang menyayat daging perlahan-lahan, mengoyak luka yang kian panjang,

Pedih...perih...pilu...sakit rasanya......
Dusta......Pengingkaran......Tipu daya..... Pengkhianatan.... Fitnah..... Penghinaan.....Kehancuran.....
Bahkan kegilaan dan keputus-asa-an rasanya sudah sepantasnya jadi keniscayaan, kala diriku jatuh dalam jurang duka....
Ku pernah menjadi “The One” dalam kejayaan.... lalu terpuruk jadi “No One” dalam kehancuran...
Namun dalam sekeping hati yang kupunya... ku masih bisa bertahan dengan sepotong asa.....

Ku rajut lagi semua rencana.... Ku tata lagi semua usaha....
Ku susun ulang kepingan-kepingan jiwa yang terkoyak...
Ku ayun kembali langkah-langkah kehidupan
Ku tempa batin yang dahaga dan hampa...
Ku pacu lagi semangat yang sempat mati menyala...
Ku bangkit berdiri, tersenyum menatap hari, dan berkata...
Selamat Jumpa Tantangan... Selamat Datang Ujian.... Aku Siap Menjemput Impian....

Dan Aku Melangkah Lagi....Perlahan tapi pasti.......
Ku yakin akan bisa bertahan dengan sekeping hati yang ku punya....
Yang ada sepotong asa di dalamnya...
Namun masih kurasa ada hampa dalam asa... ku tak tahu mengapa...
Ku genggam erat tanya yang tiba-tiba menyapa.... Dimana dapat ku temui makna?

Lalu ku jumpa dia... yang hadir tiba-tiba
Menyapa penuh manja, menggoda dengan canda, namun selalu berkata penuh makna
Tiba-tiba ku merasa mulai temui makna, menjawab tanya yang ada....
Perlahan kehampaan itu mulai sirna.... dan mulai menyempurnakan asa...
Ku masuki dunia baru penuh makna....
Dalam sekeping hati yang kupunya...... sepotong asa kian sempurna....

Hingga suatu peristiwa datang tanpa kuduga....Mengguncang asa, menebar berjuta tanya....
Baru kusadari, kami bertemu di suatu panggung sandiwara.... kami bercanda di alam maya......

Masihkah dirinya mau memberikan makna, kala kami berjumpa di alam nyata....?
Tiba-tiba ku merasakan ketakutan menjelma, meraja....
Ku hanya punya sekeping hati dengan sepotong asa di dalamnya....
Ku mampu hadapi semua derita... semua nestapa.... semua coba... semua nestapa....
Namun aku tak yakin mampu kehilangan sepotong asa, yang selama ini ku semai dengan seksama,

Haruskah aku bertahan dalam maya demi tetap utuhnya sepotong asa yang kupunya?
Aku bimbang, resah dan galau..Sekeping hati yg kupunya, berisi sepotong asa.....dan berjuta tanya....