Friday, December 28, 2007

tanpa kata²

Dari awal, keluarga perempuan ini sangat keberatan jika si perempuan berkencan dengan pria itu. Ini berkaitan dengan latar belakang keluarga si pria & dan kenyataan bahwa si perempuan akan menderita seumur hidupnya apabila akhirnya nanti menikah dengan pria tersebut.

Akibat tekanan dari keluarga, pasangan ini sangat jarang bertemu. Walaupun si perempuan sangat mencintai pria ini, tapi dia selalu menanyakan pada pasangannya : "Seberapa dalam cintamu untukku?"

Sayangnya lelaki ini kaku dalam berkata-kata yang manis dan selalu gugup dalam menjawab, ini menyebabkan si gadis menjadi marah. Dengan sebab itu & dan tekanan keluarganya, gadis itu melampiaskan kemarahannya kepada pasangannya. Sedangkan di fihak pasangannya, ia hanya menerima kemarahan gadisnya dengan diam.

Setelah beberapa tahun, sang pria telah lulus & memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di luar negeri. sebelum pergi, dia melamar kekasihnya: "Aku tidak pandai merangkai kata. Tapi yang kutahu dan kurasakan aku sungguh-sungguh mencintai kamu. Jika kamu mengizinkan aku akan bersamamu, menjagamu seumur hidupku. Tentang keluargamu, Aku akan mencoba berbicara dengan mereka. Maukah kamu menikah denganku?"

Perempuan itu setuju, & dengan syarat si pria, keluarga perempuan menyerah & mengizinkan mereka menikah. jadi sebelum pria itu pergi, mereka bertunangan.

Perempuan itu mulai masuk ke lingkup pekerjaan, sedangkan pasangannya berada jauh di seberang sana, melanjutkan sekolahnya. Mereka melanjutkan hubungan cinta mereka dengan E-mail dan telepon. Walaupun sulit, tapi mereka berdua tidak pernah menyerah.

Suatu hari, ketika si wanita hendak berangkat kerja, dia ditabrak oleh mobil yang hilang kendali. Ketika sadar, dia melihat orang tuanya di samping ranjang. Dia menyadari dirinya terluka parah. melihat ibunya menangis, dia ingin menghibur. Tetapi dia menyadari bahwa suara yang keluar dari mulutnya hanya berupa desahan. Dia kehilangan suaranya......

Dokter mengatakan benturan itu mengenai otaknya dan telah menyebabkan hilangnya suara. Mendengarkan hal itu, dia pingsan.

Selama berada di rumah sakit, selain menangis tanpa suara,.....tak ada yang dapat dilakukan, hanya menangis dengan suara desah-desah kecil yang dapat dilakukan sang gadis. ketika ia pulang ke rumah, semua hal terlihat sama baginya. kecuali bunyi telp yang berdering...
Hatinya cemas dan sakit setiap kali bunyi telp berdering. Dia tidak ingin pasangannya tahu & tidak mau keadaannya sekarang ini menjadi penghambat bagi pasangannya, dia menulis surat kepada pasangannya memberitahu bahwa ia tidak dapat menunggu lebih lama si lelaki itu lagi ia sudah lelah dalam penantian.

Dengan itu, dia menelepon handphone kekasihnya untuk mendengar satu kata suara yang amat dicintai itu terakhir kalinya " Halo " lalu diputus.. Akibatnya, si lelaki kembali menelepon tapi tidak diangkat olehnya.. handphonenya berdering setiap waktu, puluhan sms dan E-mail masuk setiap hari..melihat semua ini hati si perempuan bagai tersayat dan semua yang dapat dilakukan si wanita adalah, selain menangis tanpa suara, adalah menangis....
Orang tua si gadis memutuskan untuk pindah, berharap anak gadisnya dapat melupakan semua kejadian itu dan kembali bahagia.

Dengan lingkungan baru, si gadis belajar bahasa isyarat & memulai hidup baru. Ia memberitahu dirinya setiap hari bahwa dia harus melupakan kekasih yang dicintai. Suatu hari, temannya datang & memberi tahu bahwa kekasihnya telah kembali. Dia memohon kepada temannya agar tidak memberitahukan apa yang telah terjadi pada dirinya. Sejak itu, tidak ada lagi berita tentang diri si Lelaki...


Setahun telah berlalu & temannya itu datang kembali membawa sepucuk surat, yang berisikan undangan pernikahan di depannya tertulis nama sang Kekasih. Si perempuan terkejut dan menangis dengan tanpa suara. Ketika dia membuka amplop undangan tersebut, dia melihat namanya tercatat sebagai mempelai perempuan.

Ketika dia sedang menanyakan kepada temannya apa yang terjadi, dia melihat kekasihnya muncul tiba-tiba di depannya. Sang lelaki menggunakan bahasa isyarat yang mengatakan " Aku telah menghabiskan waktu selama setahun ini untuk mempelajari bahasamu bahasa isyarat. Untuk membuktikan kepadamu bahwa aku tidak melupakan janji kita. Biarlah aku mendapatkan kesempatan untuk menyuarakan suaramu seumur hidupku. Aku cinta kepadamu." Kemudian, ia menyelipkan cincin di jari manis sang kekasih. Si gadis akhirnya tersenyum dan menitikkan air mata. The End

Monday, December 17, 2007

Aku Pernah Datang Dan Aku Sangat Patuh

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang
bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim
piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu
kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya
sangat penurut.
Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah
memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari
perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut
menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga
sedang berjuang menghadapi kematian.Dan dia rela melepaskan
pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia
hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun
yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota
Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak
menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil
ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal
30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya
menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya
menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan
anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November
jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai
melemah.
Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan
saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi
tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu
juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu
Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan
seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk,
hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras).
Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi
anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan
pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar
biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari
kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah
ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur
lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci
baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan
baik.
Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki
sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga
ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus
menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi
sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti,
harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa
membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia
tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya.
Setiap hal yang lucu yang terjadi disekolahnya di ceritakan kepada
papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang
susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan
bahagia.Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi
bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu
pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci
mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya.
Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut.
Sehingga papanya membawa Yu Yuan kepuskesmas desa untuk disuntik. Tetapi
sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau
berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter
tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk
diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor
karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi
yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya
bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai.
Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil
untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai
sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang
keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk
diperiksa.Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia
ganas.Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar
300.000$. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah
diranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya.
Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan
ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang
merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam
waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus.
Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan
papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar.
"Papa saya ingin mati".
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur
8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang
berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini,
biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal
huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang
berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan
dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu
Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta
dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto.
Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa
merindukan saya lihatlah foto ini". Hari kedua, papanya menyuruh
bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru.
Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan
satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu
mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di
sebuah studio foto.
Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin
berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada
akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau
bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar
Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari
pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian
menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail.
Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri
dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng.
Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai
satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke
seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini
menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia
saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah
tercukupi.Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus
mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter
sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan
pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu
Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta
saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya
mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh
besar dan sehat.
Yu Yuan
anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan
menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah
terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk
terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia
sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan
kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini
membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min
berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang
sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi
Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan
pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan
dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan
tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut
menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat
dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air
mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu
memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu,
Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang
baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen
dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk
menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.
Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos
sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu
selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan
sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari
kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah
menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain.
Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik
Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan:
"Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan
tersebut.Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik
hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang
baik hati".Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus
saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari
bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu
Yuan."Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu
Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah
seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah
kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi
menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri
dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada
sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas
sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal.
Tolong,..... ..
Dan dia
juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada
orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa
tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan
sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan
katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal,
biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti
saya. Biar mereka lekas sembuh".
Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi
pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar
dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan
dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa
mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri
makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat
pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun
secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer
darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan
para perawat pun ikut menangis.
Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak
bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut
akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima
kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air.
Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar
kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita
dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda
berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil
diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ......... ...."
demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan
gerimis.
Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar
kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal
oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena
leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa
mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.
Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"
(30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat
riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih
hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis
kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan
kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima
bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu,
Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini
semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin
yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu
Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang
mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima
bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang
melihat kami diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga
akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat
patuh".

Monday, December 10, 2007

..:: Biarkan aku jadi Bumi ::..

Aku mungkin bukan langit harapanmu.
Aku juga bukan bintang, tempat kau gantung citamu.
Tapi, biarkan ku coba menjadi bumi;
Sahabat ntuk temani perjalanan hidupmu,

Jadikan aku kuburan dukamu.
Tumpahkan lara, kudengar hatimu.

Gapailah bintang asamu,
Kubahagia melihat senyum mu,

Kutahu lukamu;
Luka yg kau dapat; saat ini sedang kurasa
Betapa susah lupakan ?nya ?.
Yah, itu lah kesombongan cinta.

Sobat, biarlah keindahan berteman keindahan,
Biarlah hari berlalu ; indah ataupun suram
Biarkan duka dan bahagia bermain bersama,
Biarlah siang dan malam menambah umur zaman.
Karena kita tak kan tau
Harapan dan kehendak Tuhan,
Keinginan dan keagungan-Nya

Sobat, Walau air mata tak dapat kubendung,
Sesaknya dada tak dapat kutahan,
Rusuhnya Jiwa tak bisa kusembunyikan.
Namun kusadar, ku tak kuasa,
Aku tak kan dapatkan,
Seluruh cinta dan sayang mu,
Seluruh Hati dan jiwa mu.
Dan ku tak kan rampas kebahagiaan mu
Ku tak ingin orang merebut paksa dari mu.
Ku jaga, agar nanti dapat kau berikan dengan tulus
Kepada sang bintang, pujaan jiwamu.

Jadi,
Biarkan aku menjadi bumi; sahabatmu,
Kucukup bahagia ntuk temanimu,
Walau dengan hati kecil yang hancur,
Walau dengan penantian yang tiada berujung.
Ku tak banyak berharap,
Bahkan kubiarkan jiwaku tanpa harapan.
Jangan kau pikirkan perihku sobat,
Sebab kau telah tetapkan ingin mu,

Dan diantara sajak perih saat hati penuh luka membiru
Ku tak kan berdamai dengan hatiku.
Maka,
Pintaku, lalui jalan mu?
Jangan kau menoleh kebelakang,
Lalui harimu, temukan cintamu,
Walau ku masih harapkan kau,
Tapi ku telah berjanji ntuk dustai hatiku,
Biarlah hati yang luka kutambah sayatannya.
Sampai rasa itu benar-benar pupus,
Itulah caraku ,
Kubunuh cintaku, karena cinta.
Kubuang sayangku karena sayang,
Kukubur rinduku, karena rindu.

Aku berharap semua yang terlalui hanya mimpi,
Dan berharap dapat hidup dalam mimpi indahku.
Sayang, Tuhan tak kan ubah kenyataan.

----satu yg kusisakan dihati, Harapan ntuk jadi bintang bagimu.
Suatu pagi, ketika sang surya terbit terakhir kalinya.;dan kau berikan Segalanya, tulus untuk yang terakhir kalinya , sebelum semuanya terbenam, ditelan senja,---

(Akankah ku mampu bertahan????)

Simpanlah goresanku ini, atau bakar lalu buanglah di kloset.
Dengan penuh harapan dan sedikit cinta yg tersisa dari,




-Sahabat mu, dan bukan kekasihmu,-

Sunday, December 09, 2007

ANGKOT SETAN

Katanya sih benaran terjadi di daerah Rawamangun dan Kampung Melayu
.........

ANGKOT SETAN

Kurang lebih pukul 10 malam, Seorang wanita tengah baya (nenek-nenek untuk
lebih tepatnya), ber umur sekitar 63 tahun sedang menuju pulang setelah
berbelanja buah-2an di toko buah di daerah rawamangun, yang tidak jauh dari
rumahnya..

Sudah kurang lebih 20 menit sang nenek menunggu angkot (mikrolet) yang
biasa dinaikinya pulang..tapi angkot yang ditunggu tak kunjung tiba. Memang
biasanya angkot tersebut sudah berhenti beroperasi pada pukul 21.30 paling
malam, namun entah mengapa, sang nenek merasa bahwa masih ada angkot yang
akan membawanya pulang...

Setelah 35 menit menunggu..akhirnya benar, angkot yang ditunggu sang nenek
muncul. Hal yang tidak biasa terjadi... Lalu naiklah sang nenek ke dalam
angkot yang berisi 3 orang.. 1 orang supir dan 2 orang penumpang lain yang
kedua-2nya adalah seorang wanita cantik, berambut panjang, dengan pakaian
pesta berwarna putih (broken white tepatnya)..

Sang nenek sempat berpikir..."aneh sekali....dua orang wanita cantik
berpakaian pesta warna putih, pada malam hari begini naik angkot" Tapi sang
nenek tidak mau menerusk an apa yang ada di pikirannya, walaupun bulu
kuduknya sudah mulai berdiri. Terjadilah suasana yang dingin, hening tanpa
suara pada angkot tersebut. Sang supir-pun hanya menyupir tanpa menengok
atau mengeluarkan suara sedikitpun...cara menyupirnya pun cenderung kasar,
dan ngebut-ngebutan...

Tak sabar sang nenek untuk tiba di daerah rumahnya...sampai akhirnya, Sang
nenek tiba di jembatan biasa tempat ia turun. setelah menyiapkan selembar
uang Rp. 10 ribu-an (karena memang tinggal satu lembar uang 10 ribuan yang
dia punya) untuk membayar angkot, Sang nenek lalu memberhentikan angkot
tersebut

"Bang...kiri, bang.."

Sang supir langsung memberhentikan angkotnya dengan rem mendadak tanpa
bersuara..

Lalu sang nenek turun, dan menyerahkan lembaran uang Rp. 10 ribu
terakhirnya melalui jendela pintu depan angkot...sambil menunggu kembalian
ongkosnya..

Tapi ternyata..........

Sang Supir....

Langsung menginjak gas dan meninggalkan nenek tersebut tanpa mengembalikan
uang sang nenek...

Nenek itu berteriak..."DASAR ANGKOT SETAAAAAAAAANNNNNNN....!!!!!!!!!!!!!!"


Saturday, December 01, 2007

Yang Aku Inginkan ! Aturanku !!!! Mauku !! biar kau tahu

Untuk wanitaku ....

1. Tidak Semua cowok seperti Dedy C*buzer.
Jadi jangan harap kami bisa membaca isi pikiranmu disaat kamu manyun tanpa suara. Apa susahnya sih bilang : "Aku Laper, Aku minta dibeliin pakaian, Tolong Rayu Aku...!!"

2. Hari Minggu itu waktunya istirahat setelah 6 hari bekerja, jadi jangan harap kami mau menemani seharian jalan2 ke mall.

3. Berbelanja BUKAN olahraga. Dan kami gak akan berpikir ke arah situ.
Bagi kami belanja ya belanja, kalau sudah pas ya beli saja, perbedaan harga toko A dan B cuma 1,000 perak jadi nggak usah keliling kota untuk cari yang paling murah, buang2 bensin aja.

4. Menangis merupakan suatu pemerasan.
Lebih baik kami mendengar suara petir, guntur, bom meledak daripada suara tangisanmu yang membuat kami tidak bisa berbuat apa2.

5. Tanya apa yang kamu mau. Cobalah untuk sepaham tentang hal ini.
Sindiran halus tidak akan dimengerti.
Sindiran kasar tak akan dimengerti
Terang2an menyindir juga kita gak ngerti!
Ngomong langsung kenapa!?

6. Ya dan Tidak adalah jawaban yang paling dapat diterima hampir semua pertanyaan. It's Simple.!!

7. Cerita ke kami kalo mau masalah kamu diselesaikan.
Karena itu yang kami lakukan. Kalau cuma pengen dapet simpati doang, cerita aja ke temen2 cewekmu.

8. Sakit kepala selama 17 bulan adalah penyakit. Jangan dijadikan alasan, pergi ke dokter sana!

9. Semua yang kami katakan 6 bulan lalu gak bisa dipertimbangkan dalam suatu argumen. Sebenernya, semua komentar jadi gak berlaku dan batal setelah 7 hari.
Janji kami untuk menyebrangi lautan dan mendaki gunung itu hanyalah klise, jangan dianggap serius.

10. Kalo kamu gak mau pake baju kayak model2 pakaian dalam, jangan
mengharapkan kita ganteng seperti artis sinetron dong.

11. Kalo kamu pikir kamu gendut, mungkin aja. Jangan tanya kami dong.
Cermin lebih jujur daripada Lelaki.

12. Kamu boleh meminta kami untuk melakukan sesuatu atau menyuruh kami menyelesaikannya dengan cara kamu. Tapi jangan dua2nya dong. Kalo kamu pikir bisa melakukannya lebih baik, kerjain aja sendiri.

13. Kalau bisa, ngomongin apa yang harus kamu omongin pas iklan aja.
Ingat, jangan sekali2 ngomong apalagi pas saat tendangan penalti.

14. Kami bukan anak kecil lagi, jadi tak perlu mengingatkan jangan lupa makan, selamat tidur, dll. Menurut kami itu hanyalah pemborosan pulsa saja.

15. Kalo gatel kan bisa digaruk sendiri. Kami juga kok.

16. Kalo kami nanya ada apa dan kamu jawab gak ada apa2, kami akan berpikir memang gak ada apa2. Ingat, seperti no.1 kami bukanlah pembaca pikiran. Ngomong baby...ngomong. ..

17. Kalo kita berdua harus pergi ke suatu tempat, pakaian apapun yang kamu pakai, pantes aja kok. Bener. Jadi tidak ada alasan gak mau pergi ke pesta karena tidak ada baju.

18. Jangan tanya apa yang kami pikir tentang sesuatu kecuali kamu memang mau diskusi tentang bola, game, billyard, memancing atau mungkin juga ttg teknik mereparasi mobil.

19. Kami malas berdebat secara hati dan perasaan, ingat!! kami hanya pakai logika.

Pelajaran dari Titanic

Apa yang lebih berarti daripada kisah cinta dalam film Titanic, adalah bagaimana karakter yang berbeda-beda bereaksi di hadapan wajah kematian yang mendekat:

  1.  Perancang kapal tampak merasa bersalah, ia sedih dan menyesal, merenungkan kesalahan yang telah ia buat, dan membiarkan yang lain berlari ke perahu penyelamat.
  2.  Sang kapten tampak penuh dengan keterikatan, terjebak oleh reputasinya yang rusak dan mimpi indah pensiunnya yang hancur. Ia memegang topinya, tidak mencoba menyelamatkan diri, berdiam diri menunggu kematian. Terlalu angkuh?
  3.  Si orang jahat sungguh tak bermoral, mencoba menyuap dan menipu untuk menyelamatkan diri sendiri.
  4.  Sang petugas tidak sanggup lagi menahan beratnya tekanan saat mencoba menertibkan keadaan. Ia terpaksa menembak salah seorang penumpang yang tidak mau antri. Merasa menyesal dan tak berdaya, ia menembak dirinya sendiri!
  5.  Ada juga orang-orang yang langsung terjun ke laut berenang mengejar perahu penyelamat yang sudah bergerak.
  6.  Ada juga mereka yang berdoa dengan penuh semangat memohon pertolongan.
  7.  Orang biasa, saling berebut untuk dapat masuk ke dalam perahu penyelamat.
  8.  Terdapat juga mereka (seperti Jack dan Rose) yang tidak mau lepas satu sama yang lain, tapi tak peduli dengan sekitar! Betapa egoisnya cinta buta itu.
  9.  Dan tentu saja, ada sekelompok pemain musik yang membuat sejarah dengan terus memainkan musik sampai mati di tengah orang-orang yang panik.

Jadi pertanyaannya adalah: jika Anda berada di dalam Titanic pada malam itu, Anda akan bereaksi seperti apa? Anda anggap reaksi itu tepat? Apanya yang tepat?

Titanic merupakan bencana besar yang nyata. Ia merupakan satu-satunya kapal dalam sejarah yang diklaim tidak dapat tenggelam, namun ia karam dalam pelayarannya yang pertama. Apa hubungannya dengan kita?

Dari kisah nyata itu kita belajar bahwa dalam keadaan normal, setiap orang tampak baik, ramah, bersahabat, sulit untuk tahu siapa yang sebenarnya berkarakter baik atau buruk. Namun begitu krisis melanda. nah! Pada saat itulah, sifat asli setiap orang muncul! Ibarat banjir yang memunculkan semua kotoran, demikian pula kesusahan dan kemalangan akan memunculkan dengan jelas siapa yang baik dan siapa yang kurang baik. Dalam keadaan krisis, karakter asli setiap orang akan tampak lebih nyata. Ini bisa kita amati dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang di sekitar kita, termasuk diri kita sendiri.

Pelajaran penting lainnya adalah banyak di antara kita yang merasa dirinya Titanic: kita acapkali berlaku seolah kita tidak akan pernah mati. Kita merasa tidak dapat dikalahkan oleh Usia, Penyakit, dan Kematian, tak terkalahkan melawan Hukum Kesementaraan. Terselubungi oleh ilusi besar. Kesementaraan tidak untuk dibicarakan tetapi untuk dihayati sampai ke sumsum tulang. Kematian yang mendekat merupakan motivasi paling kuat bagi kita untuk mencapai keadaan yang mengatasi kematian.

Tepat pada hari kita dilahirkan, kita semua adalah Titanic yang SEDANG tenggelam, mengawali perjalan menuju kematian. Masalahnya adalah kita tidak pernah tahu seberapa banyak bagian dari kapal kehidupan kita yang masih berada di atas air. Sudahkah Anda rencanakan cara menyelamatkan diri? Bagaimana caranya Anda akan keluar dari kapal itu? Ada sebuah pepatah kuno di India: "Hal yang paling menakjubkan di dunia ini adalah kita semua hidup seolah-olah kita masih akan hidup besok pagi."

Pada suatu hari nanti, kita tidak akan hidup lagi dan bagian yang menakutkan adalah 'besok' itu bisa saja berarti betul-betul besok! Semoga kita dapat menghargai hidup ini dan sadar betapa pentingnya melampaui hidup dan mati, hari ini. Betul, sadarilah hal itu hari ini juga! Karena besok mungkin sudah terlambat.

Iya, iya, Anda sudah pernah mendengar nasihat semacam ini ribuan kali. Jadi, apakah yang ini akan menjadi satu nasihat lagi seperti yang sudah-sudah? Anda sendiri yang menentukan. Anda boleh mulai serius memikirkannya saat ini juga, atau besok...

Thursday, September 13, 2007

SUNGGUH, INI BUKAN KHAYALAN TENTANG DIRIMU....!!!

Begitu bosan aku dengan skenario.
Betapa luka aku dengan skenario.

Aku tersadar telah terjebak dalam skenario
Yang kau ciptakan

Aku tersentak
Tersedu
Terluka
Dan akhirnya amarah menguasai jiwaku

Hidup kau ubah menjadi sebuah permainan
Kau memojokkan dengan tiada pilihan

Tiada yang memintamu untuk mencintaiku
Tiada yang menjeratmu untuk menyukaiku
Sungguh ku tlah memilih untuk meninggalkan cinta

Dan kini ketika hati telah terjerat,
kau berkata ringan seakan memberiku pilihan

Kau lupa, aku tak ubah seekor banteng luka
Tubuhku penuh bekas cabikan
Dengan darah yang masih menetes-netes

Dan kini kau siram lukaku dengan asam
Perih membuatku melolong
dan tanganku meraih bilah
menikamkan terus ke dadaku

Dan tiada lagi yang bisa
Membuatku menangis

Sungai lara tlah lama mengering
Retak-retak
Hujan hanya akan menggelontorkan
Bergulung-gulung bersama lumpur
Dan akhirnya lenyap di lautan


tHanX " V "

Sunday, August 19, 2007

Optimisme

Ah… apakah aku terlalu pesimis memandang hidup ini…
Harusnya aku coba bangkit bukan…???
Melawan ketidak mampuan diri…
Dan menunjukan pada dunia,,…
Bahwa inilah aku…
Memiliki masa depan secerah matahari…
Mampu berjalan bahkan dibawah tindihan seribu ton beban dipundak
Bisa melakukan apa saja yang bahkan tak bisa dilakukan Einsten
Tak akan sebodoh Romeo yang ikut-ikutan mati hanya karena cinta yang bodoh.

Seharusnya pada orang aku jangan berkeluh kesah
Seharusnya aku menjadi tempat berkeluh kesah...
Seharusnya aku berteriak saja...
Biar terdengar orang segala penjuru...
Inilah aku… sahabat terbaikmu…
Saudaramu dalam setiap penderitaan
Penolongmu dalam setiap masalah…
Yang menjadikan setiap hari sebagai cerita…
Dan setiap moment yang terjadi adalah renungan.

-----------------------------------------------------------------------------------
Di ColonG Entah Dari Mana Aku Lupa, Maaf

MENANGGUNG RESIKO CINTA

Berusaha menghindari resiko sebenarnya tidak mengembangkan diri.
Dia tidak mau 'melekat' dengan makhluk hidup lain.

Memang 'melekat' (kateksis) bukanlah cinta.
Cinta lebih dari sekedar 'melekat'.

Namun bagaimanapun, 'keterlekatan' itu perlu di awal usaha kita untuk
mencintai.
Kita dapat mencintai seseorang atau sesuatu, hanya bila seseorang
atau sesuatu itu penting bagi kita.

Tetapi bila kita melekat dengan sesuatu atau seseorang, selalu ada
resiko : kita kehilangan atau ditolak.

Kalau kita mendekat dengan orang lain, selalu ada resiko : orang
tersebut meninggalkan kita, dan ini lebih menyakitkan daripada tetap
sendiri (tanpa teman) seperti sebelumnya.

Mencintai makhluk hidup, seperti manusia, binatang peliharaan, atau
tumbuhan, selalu mengandung resiko : makhluk hidup tersebut bisa
mati.

Kalau kita mempercayai orang lain, kita bisa disakiti.
Kalau kita tergantung pada orang lain, kita bisa dikecewakan.

Resiko 'keterlekatan' adalah penderitaan.

Namun kalau kita tidak mau menanggung resiko menderita, kita tidak
akan mengalami banyak hal.
Padahal semua hal itu dapat membuat hidup kita bergairah dan
bermakna.

Mengembangkan diri akan menimbulkan penderitaan dan kebahagiaan
sebagai ganjarannya.

Dalam Kahlil Gibran,

seorang wanita berkata kepada seorang pria :
Aku mencintaimu.
Pria itu menjawab :
Hatiku layak mendapatkan cintamu.
Wanita itu berkata :
Seandainya kamu tidak mencintaiku ?
Dan pria itu menatapnya tanpa berkata2.
Kemudian wanita itu berteriak :
Aku membencimu !
Maka, pria itu berkata :
Kalau begitu, hatiku layak mendapatkan kebencianmu.

Hakikat hidup adalah perubahan.
Fenomena adalah jembatan menuju kesejatian (al-majâz qantharah al -
haqîqah).

Hidup yang utuh selalu penuh dengan penderitaan.
Namun satu2nya alternatif lain adalah hidup tidak utuh atau malah
tidak hidup sama sekali.

Jika kita kehilangan pandangan akan ke-berarti-an kita dan kehilangan
semangat oleh upaya kerja keras tanpa hasil, maka lakukan usaha,
suatu lompatan evolusioner.

Apakah kita berhasil atau tidak dalam lompatan itu, adalah tanggung
jawab kita pribadi.

Dan tentu saja kita akan ditolong agar jangan tersandung, oleh
rahmat -- sesuatu hal yang menakjubkan.

Dilige et quod vis vac,
yang artinya jika anda mencinta dan rajin, anda boleh melakukan apa
saja yang anda mau.

Ihdinashirâthal mustakîm, sirâthalladzîna an 'amta'alaihim,
yang maksudnya, bahwa untuk menggapai suatu cita2 harus dilakukan
dengan jalan yang lurus dan di-ridhoi.


==================================================

Di Comot Dari Millis Filsafat
thanx to non_sisca

YANG TAK KAU KETAHUI....

YANG TAK KAU KETAHUI....
ada sebuah luka dihati
sejak kau tinggal pergi
diriku kini sendiri

YANG TAK KAU KETAHUI.....
aku akan tetap menanti
menunggumu kembali
hingga nafas ku terhenti

YANG TAK KAU KETAHUI.....
ada sebuah cinta untuk mu
yang masih ku jada dihati
walau air mata slalu menemani ku

YANG TAK KAU KETAHUI.....
bagaimana aku bila rindu itu tiba
semampu ku untuk menahannya dihati
walau aku tak tau kapan kau kembali


=========================================================

HANYA SATU YG KAU KETAHUI ....
hanya hatimu yg bisa mengetahui ....
hanya dirimu yg menusuk dgn belati ..

Saturday, August 18, 2007

I Love You

I love your lips when they're wet with wine
And red with a wild desire;
I love your eyes when the lovelight lies
Lit with a passionate fire.
I love your arms when the warm white flesh
Touches mine in a fond embrace;
I love your hari when the strands enmesh
Your kisses against my face.

Not for me the cold calm kiss
Of a virgin's bloodless love;
Not for me the saint's white bliss,
Nor the heart of a spotless dove.
But give me the love that so freely gives
And laughs at the whole world's blame,
With your body so young and warm in my arms,
It sets my poor heart aflame.

So kiss me sweet with your warm wet mouth,
Still fragrant with ruby wine,
And say with a fervor born of the South
That your body and soul are mine.
Clasp me close in your warm young arms,
While the pale stars shine above,
And we'll live our whole young lives away
In the joys of a living love

EntahlaH

Bertahun kumimpikan yang sama. Kebahagiaan,
Yang telah kutinggalkan tanpa hati.
Dan sekarang, tiada hakku untuk bermimpi.

Ku terjerat di simpang masa laluku.
Tak pernah benar-benar hilang. Tak pernah ada yang hilang.
Ku tetap hidup dengan masa laluku.
Setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang.
Setiap lagu yang kita nyanyikan bersama,
selalu membuatku berlinang.

Dan kini, tak tentu arahku kemana.
Menyadari apa yang sudah tak patut kumiliki.
Hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana

======================================

untuk saat dan nanti
saat air mata membasahi bumi
yang tak akan bisa menghapuskan sang pedih

aku pun tak bisa .... saat kau minta
untuk membangkitkan yg telah lama mati
biar lah ... biar lah semua berlalu seperti waktu
dan kini akan ku hadapi semua walau itu pedih

ini bukan akhir dunia ... dan bukan akhir dari segala nya
dan aku tak kan bisa berhenti mengalah oleh sang waktu ...
tak ada sesal di hati dan tak ada tangis lagi
semua nya sudah kembali walau meninggalkan perih

=======================================

Suatu saat KAU akan menangis untuk ku
Seperti diriku yang menangis akan penghianatanmu...

Suatu saat KAU akan merindukanku
Seperti Aku merindukanmu...

Suatu saat KAU akan membutuhkanku
Seperti diriku membutuhkanmu...

Dan suatu saat...saat kau mencintaiku dengan sepenuh hatimu
Namun...
Aku takkan pernah mencintaimu seperti dulu


Renungan Dlm Kecewa

Kepingan hati ini makin jatuh terpuruk

Diatas lumpur cinta yang kau beri

Karena luka yang masih basah ini

Semakin kau buat perih dengan bencimu.


Ketika kusadari kita bukan lagi satu cinta

Perih ini makin menyayat

Mengiris kian tipis hati ini

Sungguh duka ini tak dapat kutanggung lagi

Mungkin mati jalan terbaik.


Mengapa harus jalan perpisahan ini yang kau pilih

Tak adakah perpisahan yang lebih indah dari ini...?

Tak sadarkah dirimu

Luka ini tak ada yang mampu mengobati...?

Kepingan yang sudah kau buat dihati ini

Hanya kau sendiri yang mampu menyambungnya utuh lagi.


Hari ini..

Kutunggu hadirmu disini

Memberi warna baru hidup ini...

Dan bila esok kau kembali

aku disini tetap menunggu dengan cinta

tak akan kupikirkan apa yang sudah kau berikan dulu

karena aku sangat mencintaimu.

SEKEPING HATI...... SEPOTONG ASA, SEJUTA TANYA

Begitu banyak peristiwa datang dan pergi dalam kehidupanku,
Begitu banyak kesan yang membekas dalam hatiku,
Begitu banyak tawa yang kulepas kala bahagia datang menyapa,
Begitu banyak tangis berderai kala sedih hadir mendera,
Begitu banyak murka ku tebar kala amarah membara,
Begiu banyak tanya menyiksa kala bimbang melanda,
Namun tetap saja hanya sekeping hati yang kupunya

Ku pernah rasakan betapa pesona bahagia merona dalam tawa gembira,
Indahnya dunia terpancar dalam bangga dan ceria,
Serasa hidup dalam surga, serasa alam menyapa penuh mesra, serasa bagai jadi Raja....
Ku juga sudah rasakan pedihnya tikaman-tikaman pisau derita,
Irisannya bak sembilu yang menyayat daging perlahan-lahan, mengoyak luka yang kian panjang,

Pedih...perih...pilu...sakit rasanya......
Dusta......Pengingkaran......Tipu daya..... Pengkhianatan.... Fitnah..... Penghinaan.....Kehancuran.....
Bahkan kegilaan dan keputus-asa-an rasanya sudah sepantasnya jadi keniscayaan, kala diriku jatuh dalam jurang duka....
Ku pernah menjadi “The One” dalam kejayaan.... lalu terpuruk jadi “No One” dalam kehancuran...
Namun dalam sekeping hati yang kupunya... ku masih bisa bertahan dengan sepotong asa.....

Ku rajut lagi semua rencana.... Ku tata lagi semua usaha....
Ku susun ulang kepingan-kepingan jiwa yang terkoyak...
Ku ayun kembali langkah-langkah kehidupan
Ku tempa batin yang dahaga dan hampa...
Ku pacu lagi semangat yang sempat mati menyala...
Ku bangkit berdiri, tersenyum menatap hari, dan berkata...
Selamat Jumpa Tantangan... Selamat Datang Ujian.... Aku Siap Menjemput Impian....

Dan Aku Melangkah Lagi....Perlahan tapi pasti.......
Ku yakin akan bisa bertahan dengan sekeping hati yang ku punya....
Yang ada sepotong asa di dalamnya...
Namun masih kurasa ada hampa dalam asa... ku tak tahu mengapa...
Ku genggam erat tanya yang tiba-tiba menyapa.... Dimana dapat ku temui makna?

Lalu ku jumpa dia... yang hadir tiba-tiba
Menyapa penuh manja, menggoda dengan canda, namun selalu berkata penuh makna
Tiba-tiba ku merasa mulai temui makna, menjawab tanya yang ada....
Perlahan kehampaan itu mulai sirna.... dan mulai menyempurnakan asa...
Ku masuki dunia baru penuh makna....
Dalam sekeping hati yang kupunya...... sepotong asa kian sempurna....

Hingga suatu peristiwa datang tanpa kuduga....Mengguncang asa, menebar berjuta tanya....
Baru kusadari, kami bertemu di suatu panggung sandiwara.... kami bercanda di alam maya......

Masihkah dirinya mau memberikan makna, kala kami berjumpa di alam nyata....?
Tiba-tiba ku merasakan ketakutan menjelma, meraja....
Ku hanya punya sekeping hati dengan sepotong asa di dalamnya....
Ku mampu hadapi semua derita... semua nestapa.... semua coba... semua nestapa....
Namun aku tak yakin mampu kehilangan sepotong asa, yang selama ini ku semai dengan seksama,

Haruskah aku bertahan dalam maya demi tetap utuhnya sepotong asa yang kupunya?
Aku bimbang, resah dan galau..Sekeping hati yg kupunya, berisi sepotong asa.....dan berjuta tanya....


Saturday, July 28, 2007

Hampir mati karena cinta

Satu persatu hari kulalui tanpa cerita darimu
Senyum yang dulu tulus kau beri
Kau sendiri coba usangkan dari hatiku.

Dulu kau yang mengangkat derajat cinta ini
Lalu kau sendiri yang melemparnya
Kedalam jurang yang tak pernah kuduga dalamnya.

Satu arti dari hidupku yang sudah sempat mati
Kau sendiri yang bangkitkan untuk kembali kunikmati
Lalu kau sendiri yang mencampakannya
Membunuhnya sampai mati,
Bahkan berusaha menguburnya dengan tanganmu sendiri.

Kuterima semua ini dengan lapang dada
Walau hati menjerit...
Tapi cinta untukmu tak akan pernah mati
Walaupun nanti...
Tanah sendiri datang menguburku.