Thursday, September 21, 2006

It's a talk to mYselF..

Without your love..

the after dusk of the summer
how i have no destination to go
the fervently red sunshine
how can it be failed to make me warm?
after u've gone, only coldness winter that left

The grayish livid sky, i cant see the rainbow
Rain is falling too heavily
how can it be striking right to my heart?
Eventually making me drowned
that i cant run away from this pain

I hide in the tenderness that u gave
Laying there, no more tenderness i can find
i just can wait
Deeply engraved tenderness in the heart
So deep be engraved but it cant find eternity
Having accompanied by the broken heart, i cried till my voice's gone
i just can calmly wait..

The colourful weekend
The dark colour is just mine
the crowded street, having me left behind in the corner
Thinking bout ur smile
The small world that i used to long for
Bringing me happiness, Only because i have you

Who still can replace you
the me that have lost a drop of his beautiful dream
No more can hear u saying love to me
Without your love...

Wednesday, September 20, 2006

Hadiah untuk seorang teman

Mungkin cuma sepotong kata bisu yang hanya bisa berbunyi dan bergema dalam hati jika terbaca...
Mungkin juga cuma gabungan huruf tidak jelas yang tertera dan terbaca disini...
Namun, saat ku merangkaikan kata, dalam hati ku berdoa, agar segala yang terbaik akan dapat kau raih...

Diiring ucapan selamat ulang tahun dan semoga panjang umur yang tulus, serta doa yang tak akan pernah putus karena kamu adalah TEMAN terbaik yang pernah dimiliki oleh seorang teman.

Bersyukurlah dengan segala yang pernah dan akan hadir dalam hidupmu, jangan pernah berhenti berharap akan apapun yang kau inginkan dalam hidup. Karena semuanya akan dirangkaikan satu persatu pada waktunya, sesuai dengan rencana besarNya.

Terimakasih karena sudah hadir dalam hidupku yang hanya numpang lewat di Bumi ini. Hari ini aku bersyukur karena kau dilahirkan dan menjadi bagian TERBAIK dalam persahabatan yang terjalin dan mungkin atau semoga tetap akan terjalin sampai nanti, sampai waktunya menutup mata.

Kisah Alergi Hidup

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan
hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya
kacau.
Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".

Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit".

"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan
kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati".

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu
sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi terhadap
kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan
norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini
mengalir
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di
tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita
mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama
kehidupan
membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam
berumah-tangga,
pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu
langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari
sifat
kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita
gagal,
kecewa dan menderita".

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin
sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak
ingin
hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya
Guru.

"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.

"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat
ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh
sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau
akan mati dengan tenang".

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia
datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru
yang
satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan
racun.
Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan
senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang
disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang
tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !
Tinggal
satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala
macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran
Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun
terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan
manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis.
Sebelum
tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu".
Sekali
lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke
luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk
melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia
menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk
dapur
dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk
istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang,
apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku
sayang".

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap
mereka
pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu
adalah
siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala
sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran,
bahkan
menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup
menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di
beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman
kepadanya
sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini
aku
selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah,
maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku
kami".

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup
menjadi
sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi
bagaimana
dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru
langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja
botol
itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam
kekinian,
apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan
saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu,
keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan
mengalirlah
bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau
akan
merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan.
Itulah
jalan menuju ketenangan".

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang
ke
rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih
mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah
sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !

------------------------------------------------------------------------
Di embat dari Millis Sebelah

Sunday, September 17, 2006

mono-log

masih di depan lelaki tua,
matanya tak pernah berkaca-kaca.
ada juga perempuan setengah baya,
menggendong anak di balik lukanya.
sementara para pemain sirkus,
melompat-lompat di atas tawa bahak para pemuja.

jika memang semua hanyut kembali,
menerobos tiap pilar ingatan,
dan petualangan hampa.
mungkin setiap jengkal rasa ini
akan mengabur di tikam udara malam.

lelaki menjadi tua,
perempuan setengah baya akan menjadi penuh baya,

hey... lepaslah segalamu
biarkan mengembang ke tiap penjuru
menjelaskan apa yang sempat tercipta.

hey... simpanlah sisamu
mungkin akan menjadi emas
saat pagi menjemputmu kembali.

Saturday, September 16, 2006

Arti Kehidupan..

Suatu hari.. pernah kurenungi...
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini...

pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui hanyalah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..

apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi.. ?
jika benar, apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
tanpa suatu tujuan yang pasti...

semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti

namun akhirnya satu hal kusadari
hanya Tuhan yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi

Friday, September 15, 2006

Luka . . .

Aku akan mengatakan kepada bunga-bunga disepanjang jalan
untuk menebarkan harumnya ketika kamu lewat
berbisik pada rumpun hijau di padang bambu,
berdentinglah, rangkaikan lagu cinta untukmu

Aku akan menghempaskan semua debu disepanjang jalan,
agar kereta itu lewat tak berhalang
dan akan kusiapkan malam,
laluilah dengan sempurna

Luka,......

jangan berdarah lagi.
Berbahagialah untuknya
Sebab aku telah melepaskan cinta
biarkan dia bersemi ditempat yang seharusnya
mungkin dia akan lebih indah
tanpa aku disampingnya...

KisaH nYaTa


Apakah Tuhan menciptakan
segala yang
ada?
Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan
menciptakan kejahatan?


Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal
menantang mahasiswa-mahasiswanya
dengan
pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan
segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani
menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya". "Tuhan menciptakan
semuanya?"
Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak,
semuanya"
kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan
menciptakan
segalanya, berarti Tuhan menciptakan
Kejahatan.
Karena kejahatan itu ada, dan menurut
prinsip kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa
kita, jadi
kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah
kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa
menjawab
hipotesis professor tersebut. Profesor itu
merasa
menang dan menyombongkan diri bahwa
sekali
lagi dia telah membuktikan kalau
Agama (maaf) itu
adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan
berkata, "Profesor, boleh saya bertanya
sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor,
apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja
dingin itu
ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si
professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya,
Pak,
dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika,
yang
kita anggap dingin itu adalah ketiadaan
panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama
sekali.
Dan semua partikel menjadi diam dan tidak
bisa
bereaksi pada suhu tersebut. Kita
menciptakan
kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan
panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor,
apakah
gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda
salah,
Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah
keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya
bisa
kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa
menggunakan
prisma Newton untuk memecahkan cahaya
menjadi beberapa warna dan mempelajari
berbagai
panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda
tidak
bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas
cahaya di
ruangan tersebut. Kata gelap dipakai
manusia
untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor,
apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu
saja, seperti yang telah kukatakan
sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara
manusia.
Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi
dari
kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu
menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah
ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap,
kajahatan adalah kata yang dipakai manusia
untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan
tidak
menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah
hasil
dari tidak adanya kasih Tuhan dihati
manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan
panas
dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Untukmu Perusak Jiwa

Bait yang kau torehkan dalam kalbu
Menghantarkanku pada sebuah prosa indah
Irama syahdu yang terlantun
Membuat jantungku berdesir getir

Mimpikah aku tuk memilikimu?
Dalam jalinan asa yang terajut kuat
Kan kugenggam tanganmu tanpa lelah
Bergandengan tuk menganyam hari esok....

Pikirku tak juga mengerti
Mengapa benang merah itu tak kunjung terjalin
Tak cukupkah rasa melandasi?
Tak cukupkah pengorbanan kulalui?

Sejauh apapun aku bersembunyi bersamamu
Secepat apapun aku berlari membawamu
Rantai takdir tetap menyeret kembali
Mencambuk kita tuk terluka kembali

Kaupun menyerah dalam tangis
Akupun tertunduk tanpa daya
Menyaksikan bungaku terbang ke istana
Tuk membeku.... ditemani dinginnya salju

Entah....

Seandainya saja aku bisa menghentikan satu hati dari kepedihan,
Aku tak akan merasa hidup dalam kesia-siaan;

Seandainya aku dapat meringankan Beban suatu Kehidupan,
Atau meredakan kepedihan,
Atau membantu seekor Burung Murai yang pingsan,
Kembali ke Sarangnya,
Aku tak akan hidup dalam kesia-siaan

untitled

karena walaupun waktu bersisian di jalannya
tak pernah ada celah sedikit pun untuk mengintip
cinta itu...
rasa itu..

kemudian ia menangis lebih deras lagi
entah karena itu menenangkan
atau itu malah mencengangkan

adakah ia tau?
meskipun seribu tetes air matanya terjatuh
dan membeku
tak akan ada yang berubah...

Tepian cakrawala

Tepian cakrawala

Sepoi semilir daun beranjak,
Menari dua bersama angin~
dan terbang ke tepian pesisir,
Hanyut ke pulau seberang~

Langit, bukanlah tiada berbatas,
Cakrawala di ujung sana~
Kini tiada mendua,
Antara ada dan tiada~

Itukah dunia?
Itukah yang fana?
Kemanakah ombak kan mengadu,
Melaut fana ke langit biru.

Doaku


Tuhanku...

Aku berdo'a untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan
Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku tapi karena hatiku
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika aku disisinya

Tuhanku...

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun


aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat
membuatnya sempurna di mataMu
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...

Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi pria yang dapat membuatnya bangga

Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga ketampananku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan
bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat
dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan: "Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan
yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Thursday, September 14, 2006

Deritamu


Deritamu
bulan itu jatuh dimatamu
memberu penuh luka tikaman pohon cemara
angin telah menaburkan kebencian
entah untuk siapa
waktu ini penuh bintang
tidak menyanyi tidak tertawa
hanya derita kunang-kunang
menggapai malam
langit berselimut asap gelap
bila sekarang akan hujan
besok lusa tanpa kedipan halilintar
hanya cumbuan dan desahan angin
tempat ini telah mati
tinggal puing-puing kehancuran
oleh keserakahan sejarah
cukup bosan lelah waktu mengingat deritamu.

Tanpa Dirimu


Dulu kita saling cinta
Dan berjanji akan setia selamanya
Mengarungi bahtera kehidupan berdua
Hingga ajal memisahkan kita

Namun takdir punya kehendak lain
Kita berjalan ke arah yang berbeda
Bersikeras untuk di jalan masing-masing
Salah takdir, atau salah kita?

Kita jalani kesendirian
Mencari kebahagiaan dalam keramaian
Menyangkal diri sendiri
Bahwa kita bisa bahagia tanpa bersama-sama

sEtAhUN bERsAMA

Aku matikan handphone ku. seolah merasa lelah dengan semua pertengkaran yang tidak pernah selesai, dan tidak bertumpu. aku hanya terbujur kaku di pojok tempat tidurku, tidak menangis tidak sedih, tidak meratapi, hanya merasa lelah.

Aku hitung mundur dua tahun kebelakang, menatap semua langkah yang telah aku dan dia jalani, semua rasa cinta, rasa rindu, rasa sayang, kadang rasa sebal yang menumbuhkan seonggok kerinduan yang mendalam padanya. Tak harus aku sesali keputusan yang telah aku ambil setahun yang kemarin, ini langkahku seharusnya dari awal aku tahu kemana tujuanku.

Jam dinding pun berdentang 2 kali, pagi itu aku terpaku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, seharusnya aku tahu kan?, seharusnya aku tidak membiarkan orang menghanyutkan aku hingga aku tidak bernafas seperti ini.

Kenapa harus ada banyak pertengkaran belakangan ini, rasa tidak percaya, rasa rindu yang seolah diaduk-aduk seperti adonan kue yang sering ibuku buat. Dimana aku harus cari petunjuk ku, kemana aku harus terus berjalan dan kadang menunggu yang kadang sangat menjemukan.
Di dalam jurnal ini hanya ada keinginan untuk memeluk erat dirinya, kerinduan yang begitu besar, tapi semua itu bukan mimpi, aku tidak mau bermimpi, A K U TIDAK MAU BERMIMPI.

Kenapa dia berjalan menjauh, seperti sinar yang kian meredup
Di pembaringanku malam itu, aku menghela sejumput nafas yang kurasakan berat
Tangan hangat yang kulepas di tempat itu
akankah aku genggam lagi

Airmata yang jatuh ditempat itu
Akankah tergantikan dengan tawa bahagia bersama dia

Aku cape..
Aku 'gak ingin dia jauh
Aku gak ingin harus memilih


ada rentang hati yang menangis pilu
dikala dia jauh
berharap angin menyampaikan kecupan hangat sang peri rindu

Goes to someone..

Tiba saat di titik nol hati ku..
Menerawang menembus lumbung hatimu..
Tiba saat di hening senja...
Mencoba merayu dirimu..
Merengkuh segala daya yang aku punya..
Untuk menyiratkan segala kerinduan didalam hati..

Kadang bahagia yang tersirat
Kadang rindu yang digenggam
Kadang cinta yang tak kasat mata..

Hanya merasakan tanpa bisa menyentuh tiap nadimu
Hanya bisa mendengar tanpa bisa mengusap relung hatimu
Hanya bisa termenung tanpa bisa tertawa


Diujung batas malam..
Tiap kali kulihat kelam..
Menatap dalam..
Dan aku hanya tenggelam..

Aku mencintaimu tapi tidak bisa merengkuhmu....

Doa Ibu

Rejeki sedikit atau banyak tentulah patut disyukuri. Hal itu juga saya alami ketika saya mendapatkan rizki lebih. Saya berkeinginan membagi dengan keluarga juga bapak dan ibu saya.

Bapak mengingatkan apa yang terjadi pada diri saya hari ini, rizki dan kemudahan itu bukan sekadar usaha saya pribadi. “Terus usaha siapa lagi pak?” Tanya saya. “Selain usaha dirimu, juga ada peran doa ibu.” Jawab bapak. “Setiap malam saya menyaksikan ibumu berdoa buat dirimu agar diberikan rizki yang halal dan kemudahan didalam pekerjaan.”

Entahlah .. asal nulis aja

Di Kau kasus, rangsanglah pemberontakanku
untuk sebuah kerinduan dan kebebasan…
diantara serpihan jeritan jiwa-jiwa
yang membisu dibalik jeruji!

Oh, ***(nama di samarkan)****
yang bergelimang pilu dan lamunan
yang merapatkan dirinya di dinding harapan
yang menitikkan air matanya di tanah malapetaka
kini, kusumpahkan hari-hariku, terbuang dan ditawan!

apa yang menyentuh ruang hatimu?
kau palingkan wajahmu dari manusia terbuang…

Namun kau selalu diam di ujung sebuah penantian
yang tiada pernah kau cari dan kau ketahui akhirnya
Tetapi kau selalu berharap, ya… matamu yang berlinang!
yang tiada pernah kau sadari, matamu membahasakan hatimu
membelah seluruh kisahmu, membaginya di sudut keindahanmu

Oh, ***(nama di samarkan)****
yang tiada pernah ku sentuh rahasia hatimu
yang tiada kutemukan senyum tentang kepedihanmu
yang tiada kurajut kisah antara kau dan manusia terbuang

CERITA KITA

Simpan cerita kita berdua
untuk kemarahan dan kekecewaanmu
Kumohon maafmu
tuk ambil keputusan melupakanmu
karena keputusan yang tak berujung
Bukan karena aku tak bisa mencintaimu
namun kurelakan diri
tukmu cari yang lain menggantikanku

Jangan ada lagi
kata penyesalan yang terucap
cukup hanya kita yang tahu....
Cinta hanya khayalan belaka
yang mengisi perjalanan kita
maafkan apa yg telah kuperbuat.....
Anggap itu hanya sandiwara dunia
yang sempat datang dalam kehidupan kita

Terurai kata dari lubuk hati yang sangat dalam
" SELAMAT MENEMPUH KEHIDUPAN YANG TAK ADA SOSOK
KAN MENGGANGGU DALAM KHAYALANMU "

Aku hanyalah khayalan yang tak dapat terwujud
Terimakasih untuk cinta, perhatian dan kasih sayang
yang kau berikan untukku.............!

DIANA

tak peduli berapa banyak kesalahan
tak perduli berapa banyak air mata
aku akan melewatinya

jika kita berdua ada
semua akan menjadi kebahagiaan
di langit biru diatas jiwaku

meskipun diriku sulit di mengerti
jika aku dihadapkan pada kaca yang disebut cinta
aku pasti dapat melihatnya

jangka waktu yang baru juga akan melewati kita hari ini
walaupun kita terluka
jangan berhenti

ketika kamu kehilangan kata kata
dari sebuah senyuman hadir pesan yang terbaik